Ikuti Adab Makan dalam Islam Agar Kenyang dan Berlimpah Pahala

  • Bagikan
Ilustrasi : RitaE dari Pixabay

WARTAMU.ID – Rasulullah SAW banyak mencontohkan dan menjelaskan abad perihal menyantap makanan dan minuman. Jika anjuran ini diikuti maka akan mendapat pahala berlimpah, dikutip dari food.detik.com

Makan dan minum jadi kebutuhan semua manusia. Dalam sehari bahkan setiap orang bisa makan setidaknya tiga kali. Dalam ajaran Islam, makan dan minum bukan hanya kebutuhan jasmani saja. Karena dalam kegiatan makan pun bisa bernilai ibadah.

Beberapa hadist menjelaskan Rasulullah SAW mencontohkan adab makan dan minum yang baik. Ketika sunah ini diikuti maka akan banyak manfaat yang didapat. Makan membuat perut menjadi kenyang, tubuh sehat karena pola makannya terjaga serta bisa mendapat pahala berkali lipat.

Jika makan dengan mengikuti adab yang diajarkan Rasulullah SAW, bukan hanya kenyang yang didapat tapi juga ganjaran surga. Sunah makan ini diantaranya makan dengan berdoa, menggunakan tangan kanan dan makan atau minum sambil duduk.

Berikut deretan sunah saat makan agar bernilai ibadah dan bisa mendapat pahala berlimpah:

1. Diniatkan untuk ibadah

Segala amal perbuatan tergantung pada niatnya, termasuk makan. Ketika seorang muslim hendak makan dan ia berniat makan ini untuk ibadah kepada Allah SWT, maka makanannya akan berlimpah pahala.

Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Abu Hafs Umar bin Khatab, ia berkata: Saya pernah mendengar Rasuulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung kepada niatnya, dan bagi seseorang tergantung apa yang ia niatkan…” (H.R. Imam Bukhari dan Muslim).

Niat saat hendak makan ini tidak perlu diucapkan dengan keras, cukup dalam hati saja. Kemudian dilanjutkan dengan berdoa.

Kalau lupa berdoa di awal makan dan minum, ucapkanlah segera saat teringat: “Bila salah seorang di antara kamu hendak makan, maka ucapkanlah ‘Bismillah’. Namun bila ia lupa di awalnya, maka ucapkanlah: ‘Bismillahi awwalahu wa akhirohu’ (Dengan menyebut Nama Allah dari mula hingga akhir).” (H.R. Abu Dawud dan Turmudzi).

2. Makan dan minum menggunakan tangan kanan

Rasullah SAW mencontohkan untuk makan dan minum menggunakan tangan kanan. Hal ini masuk akal karena tangan kiri biasanya digunakan untuk menyentuh hal yang agak kotor, misalnya membersihkan kemaluan.

“Apabila seseorang dari kamu makan, maka hendaklah ia makan dengan (tangan) kanannya. Dan apabila ia minum, maka minumlah dengan kanannya. Karena sesungguhnya setan itu makan dengan kirinya, dan (juga) minum dengan kirinya.” (H.R. Imam Muslim).

Ini juga berarti menaati tuntunan Allah SWT yang melarang mengikuti perilaku setan. Dalam Al-Quran tercatat dalam surah An-Nur ayat 21.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.” (Q.S. An Nur ayat 21).

3. Makan dan minum dalam posisi duduk

Anjuran ini disebutkan Rasulullah SAW dengan sangat tegas. Bahkan hadist mengatakan ketika orang muslim minum sambil berdiri maka dianjurkan untuk memuntahkannya.

“Janganlah salah seorang di antara kamu minum sambil berdiri; dan barangsiapa yang lupa, maka hendaklah ia memuntahkannya.” (H.R. Imam Muslim).

“Anas berkata: Nabi Muhammad SAW telah melarang orang minum sambil berdiri.” Lalu Qatadah bertanya kepada Anas: “Kalau makan bagaimana?” Ia pun menjawab: “Hal itu (makan dengan cara berdiri itu) lebih buruk dan jahat.” (H.R. Imam Muslim).

4. Ambil makanan secukupnya

Mengambil makanan atau minuman secukupnya adalah agar dapat dikonsumsi samai habis. Menyisakan makanan sama saja bersifat mubazir dan bisa menjadi dosa.

“Dari Jabir berkata, Rasulullah SAW menyuruh membersihkan sisa makanan yang di piring maupun yang di jari, seraya bersabda: “Sesungguhnya kalian tiada mengetahui di bagian manakah makananmu yang mengandung berkah.” (H.R. Imam Muslim).

Bahkan Allah SWT menyatakan dengan tegas dalam ayat Al-Quran yang maknanya: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, mubadzir. (Karena) Sesungguhnya orang yang berbuat mubadzir itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. Al-Isra’ ayat 26-27).

5. Jangan makan sampai kenyang

Menyantap makanan enak pastilah membangkitkan selera sampai kadang lupa diri. Dalam Islam, ada larangan menyantap makanan sampai perut kenyang.

Ketika seseorang merasa kekenyangan maka dikhawatirkan akan berdampak pada malas ibadah. Rasulullah SAW berpesan untuk mengisi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiga sisanya untuk udara.

 304 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *