Kick Off Konferensi Penyiaran Indonesia 2024: Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era Transformasi Digital

KICK OFF KONFERENSI PENYIARAN INDONESIA 2024 di Aula dr. Syafri Gurrici Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ

WARTAMU.ID, Cireudeu, 4 Juli 2024 – Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah A’isyiah (APIK PTMA) menggelar KICK OFF KONFERENSI PENYIARAN INDONESIA 2024 di Aula dr. Syafri Gurrici Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ. Acara ini diawali dengan seminar bertajuk “Opportunities and Challenges of Indonesian Broadcasting Industry in The Digital Transformation Era” sebagai momen pembukaan dari Konferensi Penyiaran Indonesia 2024 yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.

Seminar ini menghadirkan para pakar dan inovator yang membahas tren, tantangan, serta peluang industri media penyiaran secara global. Salah satu pembicara utama adalah Direktur Jenderal Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kemenkominfo RI, Wayan Toni, yang menyampaikan keynote speech. Selain itu, turut hadir Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si, Ketua Majelis Pustaka dan Infomasi PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muchlas, M.T, serta Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, Ubaidilah, untuk memberikan sambutan pada acara ini.

Dalam sambutannya, Rektor UMJ menyampaikan bahwa UU Penyiaran 32 tahun 2002 sudah terlalu lama dan perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Ia juga mengharapkan adanya penguatan kelembagaan KPI Pusat dan KPI Daerah di tengah disrupsi media baru. “Revisi UU Penyiaran perlu dilakukan demi integritas dan kedaulatan bangsa. Selain itu, negara juga harus hadir melakukan pengawasan penyelenggara media baru karena dampak yang dimiliki,” imbasnya.

Selain itu, acara ini juga menghadirkan lima pemateri dengan kepakaran yang beragam. Mereka adalah:

  1. Prof. Ermaya Suradinata, SH., MH,. MS., Ketua Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia.
  2. Amin Shabana, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Pusat.
  3. Dr. Makroen Sanjaya, M.Sos., Praktisi Industri Televisi sekaligus Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMJ.
  4. M Rafiq, Ketua Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia.
  5. Angga Priancha, SH., LL.M., Dosen Bidang Ilmu Hukum Ekonomi dan Teknologi di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia.

Pada paparannya, Amin Shabana menjelaskan bahwa …

Seminar yang dihadiri oleh jajaran pimpinan UMJ dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMJ ini juga diikuti oleh puluhan mahasiswa serta tamu undangan dari Komisi Penyiaran Indonesia Pusat. Diharapkan dengan terselenggaranya seminar ini, dapat meningkatkan kualitas penyiaran di era digital dan meningkatkan tingkat kompetisi dalam dunia penyiaran guna menyajikan program atau tayangan yang lebih sehat, edukatif, dan nyaman untuk ditonton.