Kolaborasi Semua Pihak untuk Rebranding SMP Muhammadiyah Plus Kota Gajah

Dalam agenda ini, hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi

WARTAMU.ID, Lampung Tengah – Sekolah/Madrasah Muhammadiyah telah menjadi salah satu kebanggaan tidak hanya warga Muhammadiyah melainkan warga Indonesia. Tetapi di sebagian tempat sekolah/madrasah Muhammadiyah memiliki perkembangan yang stagnan atau malah buruk. Salah satunya terjadi pada SMP Muhammadiyah Kota Gajah.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Rebranding SMP Plus Muhammadiyah Kota Gajah, Lampung Tengah pada Sabtu (27/4/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala SMP Muhammadiyah Kota Gajah, Kepala SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, Camat Kota Gajah, Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah dari berbagai daerah se-Lampung, dan Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah.

Kepala SMP Muhammadiyah Plus Kota Gajah Khaeroni menyampaikan bahwa sekolah ini berdiri tahun 1975. Saat itu, SMP Muhammadiyah Kota Gajah segera mencapai masa jaya di tahun 1980-an sempat mencapai masa jaya dengan dengan jumlah siswa mencapai 600 orang. Tetapi, keadaan terus menurun hingga sekarang siswa hanya berjumlah 9 orang.

Langkah perbaikan kemudian dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak. “Terima kasih kami telah disupport agar bisa bangkit kembali alhamdulillah bisa membaik. Setelah ini kami akan mengangkat program yang tepat dan berkemajuan untuk mengembangkan sekolah,” ujar Khaeroni.

Upaya perbaikan dilakukan dengan peningkatan SDM pengelola sekolah dan rebranding. Nama sekolah diubah menjadi SMP Muhammadiyah Plus Kota Gajah. Upaya perbaikan ini sendiri dibantu oleh SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan (MuAD) Metro yang dalam 9 tahun telah mendapatkan capaian dan prestasi mengesankan. Kerja sama ini menjadikan SMP Muhammadiyah Plus Kota Gajah sebagai Sister School SMP MuAD Metro.

Dalam agenda ini, hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi. Ia menitikberatkan bahwa sekolah/madrasah Muhammadiyah itu memiliki guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik yang beragam.

Salah satu contoh sekolah yang beragam adalah sekolah/madrasah Muhammadiyah di Papua yang menerima siswa dari berbagai kalangan dan etnis. “Sekolah Muhammadiyah itu menerima siswa dari beragam kalangan, seperti di Merauke. Karena beragam, maka jadi banyak ide,” tutur Didik.

Selanjutnya Didik juga memberi pesan bahwa upaya luar biasa dan para penggerak yang kreatif diperlukan untuk membangkitkan sekolah Muhammadiyah. “Perlu semangat luar biasa untuk mengubah small things menjadi big things. Diperlukan orang luar biasa, tidak hanya biasa-biasa saja,” tugas Didik.

BACA JUGA :  Wakil Ketua MDMC Sambangi Posko Erupsi Semeru

Didik pun memberi motivasi dari cerita baik pendidikan mancanegara, di mana sekolah swasta justru menjadi sekolah yang paling populer dengan kualitas paling baik. “Sekolah-sekolah dan kampus hebat di luar negeri itu dari swasta. Semoga launching hari ini betul-betul memberikan semangat dan momentum baru,” tutup Didik seraya memberikan dukungan moril pada SMP Muhammadiyah Plus Kota Gajah.