Literasi Digital Bandar Lampung : Hoax Menjadi Ancaman Dalam Dunia Demokrasi.

  • Bagikan
Literasi Digital Bandar Lampung : Hoax Menjadi Ancaman Dalam Dunia Demokrasi.

WARTAMU.ID – Melalui aplikasi Zoometing, Literasi Digital Bandar Lampung dengan tema : “Bangun Demokrasi Dimedia Digital”. Sukses diselenggarakan. Selasa, 5/10/2021.

Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa pembicara diantaranya : Erfan Hasmin (Kepala Unit ICT Undipa) dengan materi kecakapan digital, Wilem Musu (Akademisi) dengan materi keamanan digital, Nazarudin (Penggiat Pendidikan Politik Untuk Rakyat) dengan materi etika digital, dan Sigit Dwi Suwardi (Sek.Redaktur Wartamu.id dan Sekum PDPM Way Kanan) dengan materi budaya digital. Menjadi Keynote Speech dalam acara tersebut adalah Semuel Abrijani (Dirjen Aplikasi Informatika) dan Delonika sebagai Key Opinion.

Literasi Digital Bandar Lampung : Hoax Menjadi Ancaman Dalam Dunia Demokrasi.

Diera Demokrasi yang bebas, bukan berarti kita tanpa aturan. Hal tersebut bertujuan demi kemajuan dan tidak ada pihak yang dirugikan sehingga etika bermedia sosial perlu kita tingkatkan demi membangun Demokrasi di dunia digital sebagaimana dijelaskan Nazarudin dalam materinya.

“Etika itukan dari kebiasan kita, sehingga kita perlu selalu melakukan kebaikan sehingga baik didunia maya maupun dunia nyata kita tidak merugikan orang lain”. Jelas Nazarudin.

Menghadapi kemajuan teknologi yang semakin pesat, tidak ada kata lain selain kita menghadapinya dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mempuni. Hal tersebut disampaikan Salah seorang pemateri (Sigit Dwi Suwardi).

“Kita tidak dapat menolak kehadiran teknologi, namun nilai-nilai kebudayaan yang baik dan kita miliki tidak boleh tergerus, bahkan dengan hadirnya teknologi seperti medsos ini harusnya mendorong kita untuk membaca peluang untuk memanfaatkannya. Ada contoh seorang Dang Gusti Ike Edwin di Provinsi Lampung yang kental dengan budayanya namun juga dapat berprestasi. Ini artinya budaya kita tidak mengganggu kita untuk bersaing diera globalisasi ini”. Tutup Sigit.

Menghadapi hoax yang beredar dan mengancam demokrasi dimedia digital ini, selain menyiapkan SDM Pemeeintah juga hadir melalui peraturan perundang-undangan agar kehidupan didunia maya dapat berjalan tanpa ada pelanggaran hukum. Oleh sebab itu, kita harus benar-benar paham mana yang benar dan mana yang salah sebagaimana dijelaskan Key Opinion Delonika.

“Sangat penting bagi kita untuk saring sebelum sharing dan bagi kita semua wajib untuk cakap dalam dunia digital”. Jelasnya.

Acara yang dimulai pukul 14:00 Wib sampai dengan 17:00 Wib tersebut berjalan lancar dan diikuti ratusan peserta didalamnya.

 871 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.