MDMC Luwu Tetap Konsisten Tangani Desa-Desa Terisolir di Kecamatan Latimojong

Dua Pekan Pasca Bencana Banjir dan Longsor, MDMC Fokus Tangani Desa Terisolir di Latimojong

WARTAMU.ID, Luwu, 22 Mei 2024 – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Luwu terus menunjukkan konsistensinya dalam menangani desa-desa terisolir yang terdampak parah di Kecamatan Latimojong. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah jembatan utama di Desa Kadundung, yang juga merupakan jalan kabupaten, masih dalam kondisi terputus. Hingga saat ini, MDMC bersama warga dan pemerintah daerah telah melakukan pembersihan massal di area tersebut.

Selain Desa Kadundung, masih ada delapan desa lainnya di Kecamatan Latimojong yang terisolir dan belum mendapatkan layanan penuh. Medan yang sangat curam serta banyaknya titik longsor membuat akses ke desa-desa tersebut sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat.

Zulkifli, Koordinator Poskoor Muhammadiyah Luwu, menyebutkan bahwa saat ini MDMC Kabupaten Luwu berfokus pada pemberian layanan dan distribusi bantuan menggunakan motor trail. “Dengan bantuan tim relawan gabungan dari MDMC Wilayah Sulawesi Selatan, kami berupaya konsisten menyalurkan bantuan berupa logistik, hygiene kit, dan makanan siap saji dari posko induk ke Kecamatan Belopa,” ujar Zulkifli.

Selain distribusi logistik, layanan kesehatan dan psikososial juga terus dilakukan oleh MDMC Kabupaten Luwu. Banyak warga Kecamatan Latimojong yang mengungsi di kecamatan lain mengalami gangguan kesehatan seperti penyakit gatal-gatal dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Karena rumah warga banyak yang hancur dan hanyut terbawa longsor, hingga saat ini mereka masih mengungsi di kecamatan tetangga. Mungkin masih ada juga warga yang tidak terjangkau bantuan dari pihak lainnya,” kata Zulkifli.

Layanan kesehatan yang diberikan oleh MDMC dioperasikan di masing-masing posko layanan (posyan) secara menetap dan terkadang mobile ke lokasi lain berdasarkan panggilan mendesak.

MDMC Kabupaten Luwu tetap berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana dengan segala upaya dan sumber daya yang tersedia, memastikan bahwa bantuan dan layanan dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

BACA JUGA :  Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unila Gelar Seminar 13 Tahun Mesuji Membangun