WARTAMU.ID, MAKASSAR – Pelaksanaan Olimpiade Ahmad Dahlan VIII atau OlympicAD VIII Nasional di Makassar berlangsung spektakuler selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 12–14 Februari 2026. Ajang bergengsi ini menghadirkan atmosfer fastabiqul khairat yang begitu kuat di antara kader-kader terbaik Muhammadiyah se-Indonesia.
Dihimpun dari berbagai sumber, jumlah peserta dan pendamping diperkirakan mencapai 11.000 hingga 13.000 orang. Angka tersebut menjadikan OlympicAD VIII sebagai salah satu perhelatan terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan Olimpiade Ahmad Dahlan.
Berdasarkan data klasemen akhir yang dirilis melalui laman resmi OlympicAD, persaingan berlangsung dinamis dan penuh semangat sportivitas.
Daerah Istimewa Yogyakarta tampil sebagai juara umum dengan raihan 98 emas, 64 perak, dan 40 perunggu. Jawa Tengah menunjukkan kekuatan kolektif dengan 92 emas, 115 perak, dan 77 perunggu. Jawa Timur mencatatkan 51 emas, 34 perak, dan 30 perunggu, sementara tuan rumah Sulawesi Selatan mengumpulkan 29 emas, 59 perak, dan 70 perunggu.
Di tengah kompetisi ketat tersebut, Lampung berhasil menorehkan capaian membanggakan dengan raihan 20 emas, 13 perak, dan 10 perunggu, total 43 medali.
Prestasi ini menempatkan Lampung di jajaran lima besar nasional dan menjadi bukti nyata bahwa pembinaan pendidikan Muhammadiyah di daerah terus bergerak maju dan kompetitif.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung (PWM) Lampung, Prof. Sudarman, saat dihubungi Jurnalis MPI PDM Kota Metro, menegaskan bahwa capaian ini harus dimaknai sebagai bagian dari gerakan dakwah pendidikan.
“Prestasi ini adalah buah dari kerja kolektif dan komitmen dalam membangun generasi unggul. OlympicAD bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang membentuk kader yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan ini semakin memperkuat kaderisasi, penguatan karakter, dan aktualisasi nilai-nilai Islam berkemajuan. Menurutnya, setiap capaian lahir dari proses panjang pembinaan, ketekunan belajar, keikhlasan guru membimbing, serta dukungan orang tua dan persyarikatan.
Lebih lanjut, ia menilai OlympicAD VIII Makassar tidak hanya tercatat sebagai ajang kompetisi nasional, tetapi juga menjadi momentum penguatan jati diri pendidikan Muhammadiyah Lampung yang terus melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pencerah bagi umat dan bangsa.












