DAERAH  

PCM Kota Sumenep dan MWCNU Kota Sumenep Perkuat Sinergi, Teguhkan Ukhuwah untuk Kemaslahatan Umat

Foto Bersama Pengurus PCM Kota dan Pengurus MWCNU Kota Sumenep di Kantor MWCNU Kota Saat Silaturrahim berlangsung(Doc.Wartamu.id)

WARTAMU.ID Sumenep – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Sumenep melakukan kunjungan silaturahim ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kota Sumenep, Senin (13/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor MWCNU Kota Sumenep itu menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat sinergi kedua organisasi Islam dalam membangun umat dan bangsa.

Rombongan PCM Kota Sumenep dipimpin langsung Ketua PCM Kota Sumenep, H. Mardi Kusdani, S.Pd., bersama jajaran pengurus. Kedatangan mereka disambut hangat oleh jajaran Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Kota Sumenep dalam suasana penuh kekeluargaan.

Sambutan disampaikan oleh RKH. Taufiqurrahman Syakur selaku Syuriah MWCNU Kota Sumenep. Ia mengapresiasi kunjungan silaturahim tersebut dan menegaskan bahwa hubungan harmonis antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama merupakan modal penting dalam menjaga persatuan umat, memperkuat dakwah Islam, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pertemuan itu juga dihadiri segenap pengurus Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Kota Sumenep serta jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Sumenep.

Dialog berlangsung hangat dan penuh keakraban. Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan bersama, mulai dari tradisi keagamaan seperti Shalawat Nariyah, penguatan mutu lembaga pendidikan, dakwah kultural yang adaptif terhadap karakter masyarakat, hingga kolaborasi dalam mencegah penyalahgunaan narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Suasana semakin cair ketika KH. Halimi, Pengurus Syuriah MWCNU Kota Sumenep yang juga menjabat sebagai Kepala Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, melontarkan guyonan yang mengundang tawa peserta.

“Para pimpinan PCM ini bermadzhab Maliki atau Syafi’i, kok semuanya tidak merokok?” ujarnya.

Candaan tersebut kemudian dijelaskan bukan merujuk pada mazhab fikih, melainkan “bermadzhab Syafii Maarif” yang dikenal tidak merokok, sedangkan istilah “Maliki” dalam guyonan itu merujuk kepada Malik Fadjar yang dikenal sebagai perokok. Humor ringan tersebut semakin mencairkan suasana tanpa mengurangi semangat persaudaraan yang terbangun.

Sementara itu, Ketua PCM Kota Sumenep H. Mardi Kusdani, S.Pd. menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari keluarga besar MWCNU Kota Sumenep. Ia berharap komunikasi dan kolaborasi antara Muhammadiyah dan NU terus diperkuat dalam berbagai bidang.

Dalam kesempatan itu, H. Mardi juga mengutip ungkapan yang populer dan sering dinisbatkan kepada Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bahwa Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama ibarat dua sayap Garuda yang menjaga dan menguatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, kedua organisasi memiliki karakter dan pendekatan yang berbeda, namun saling melengkapi dalam pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara. Karena itu, Muhammadiyah dan NU tidak semestinya dipertentangkan, melainkan terus berjalan berdampingan, saling menguatkan, dan berkolaborasi demi terwujudnya Indonesia yang damai, maju, dan berkeadaban.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama serta komitmen untuk terus menjaga komunikasi, mempererat silaturahim, dan mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, serta berbagai program yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Kota Sumenep.

BACA JUGA :  Akar Rumput Muhammadiyah