WARTAMU.ID, WAY KANAN (Lampung) – Keterbatasan ekonomi tidak pernah menjadi penghalang bagi Meliyawati, S.Pd. untuk meraih cita-cita. Putri pasangan Uus dan Mislia asal Desa Tanjung Baru, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan itu berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai Mahasiswa Terbaik Tingkat Institusi di Institut Agama Islam (IAI) Al Hikmah Lampung.
Lulusan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) tersebut menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93. Capaian akademik tersebut tidak hanya mengantarkannya meraih predikat mahasiswa terbaik, tetapi juga memperoleh beasiswa penuh Program Pascasarjana dari IAI Al Hikmah Lampung untuk melanjutkan studi pada Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Sebelumnya, IAI Al Hikmah Lampung menggelar Wisuda Angkatan I yang mengusung tema “Membangun Pendidikan Berdampak, Melahirkan Lulusan Bermanfaat” di halaman utama kampus di Pisang Baru, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, Sabtu (11/7/2026). Dalam prosesi tersebut, Rektor IAI Al Hikmah Lampung, H. Ali Kuswadi, S.H.I., M.Pd.I., mewisuda 340 wisudawan yang terdiri atas 107 lulusan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), 132 lulusan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan 101 lulusan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Pada kesempatan itu, Meliyawati menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Terbaik Tingkat Institusi.

Di balik prestasi tersebut tersimpan kisah perjuangan yang penuh kesederhanaan. Meliyawati merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Ayahnya, Uus, bekerja serabutan, sedangkan sang ibu, Mislia, setiap hari berkeliling menjajakan tempe, tahu, dan sayuran demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam keterbatasan, kedua orang tuanya tidak pernah menyerah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Semangat, doa, dan pengorbanan keluarga menjadi kekuatan terbesar yang mendorong Meliyawati untuk terus belajar dan berprestasi.
Meliyawati menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Ranau Selatan sebelum melanjutkan kuliah di IAI Al Hikmah Lampung melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Kesempatan tersebut menjadi titik awal perjalanan akademiknya hingga berhasil mencatatkan prestasi tertinggi di tingkat institusi.
“Sejujurnya saya sendiri tidak pernah menyangka bisa mendapatkan predikat Mahasiswa Terbaik Tingkat Institusi. Ini merupakan anugerah yang sangat saya syukuri. Saya merasa senang, bahagia, sekaligus terharu karena berada di posisi ini tentu menjadi harapan banyak orang, dan Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan itu kepada saya,” ungkap Meliyawati saat di wawancarai wartamu.id.
Baginya, prestasi bukan diraih secara instan, melainkan melalui proses yang dijalani dengan niat yang benar dan konsisten.
“Kunci konsistensi ada pada niat dan tujuan yang jelas. Saya belajar bukan sekadar mencari nilai, tetapi mencari ilmu dan berusaha memberikan hasil yang terbaik dalam setiap proses,” tuturnya.
Prinsip tersebut menjadi pegangan Meliyawati selama menjalani perkuliahan hingga mampu mempertahankan prestasi akademiknya. Selain fokus pada perkuliahan, ia juga aktif mengembangkan kemampuan akademik melalui penulisan karya ilmiah.
Prestasi yang diraih Meliyawati mendapat apresiasi dari IAI Al Hikmah Lampung. Sebagai bentuk penghargaan atas capaian akademik terbaik yang berhasil diraihnya, kampus memberikan beasiswa penuh Program Pascasarjana untuk melanjutkan studi pada Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kesempatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mendukung mahasiswa berprestasi agar terus mengembangkan kompetensi akademik hingga jenjang yang lebih tinggi.

Bagi Meliyawati, beasiswa tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah untuk terus belajar, menjaga prestasi, serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan Islam.
Pada jenjang magister, ia ingin mendalami berbagai persoalan strategis dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Menurutnya, peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam di tengah persaingan sekolah yang semakin ketat menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. Selain itu, kepemimpinan kepala madrasah atau sekolah dalam meningkatkan kinerja guru serta pengembangan profesionalisme guru juga menjadi fokus kajiannya.
Selama menjalani studi magister, Meliyawati menargetkan mampu mempertahankan IPK, menyelesaikan seluruh mata kuliah tanpa mengulang, serta membangun rekam jejak akademik melalui publikasi ilmiah.
Komitmen terhadap dunia akademik telah ia bangun sejak jenjang sarjana. Bersama empat mahasiswa IAI Al Hikmah Lampung lainnya, Meliyawati memilih menyelesaikan tugas akhir melalui publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk terus mengembangkan budaya riset dan publikasi pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Ke depan, Meliyawati memiliki visi menjadi pendidik sekaligus akademisi yang mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan lembaga pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ia berharap dapat terus berkontribusi bagi almamater melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, seminar, maupun pendampingan mahasiswa. Selain itu, ia juga ingin berbagi pengalaman mengenai publikasi ilmiah, persiapan studi lanjut, dan pengembangan kompetensi akademik agar semakin banyak mahasiswa yang berani berprestasi.
Kepada adik-adik tingkat, Meliyawati berpesan agar tidak pernah takut memiliki mimpi besar.
“Jangan pernah merasa bahwa mimpi melanjutkan studi ke jenjang S2 terlalu tinggi. Setiap pencapaian besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Jangan takut mencoba, jangan mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, dan teruslah belajar memperbaiki diri. Manfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan potensi melalui prestasi akademik, organisasi, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Percayalah, usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tidak akan sia-sia. Teruslah bermimpi, persiapkan diri sebaik mungkin, dan iringi setiap ikhtiar dengan do,a. Semoga suatu hari nanti kita tidak hanya berhasil meraih gelar magister, tetapi juga menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” pesannya.
Kisah Meliyawati menjadi bukti bahwa kesempatan dapat lahir dari kerja keras, ketekunan, konsistensi, dan do’a yang mampu membuka jalan menuju prestasi. Dari sebuah desa di Kabupaten OKU Selatan, putri seorang pekerja serabutan dan pedagang keliling itu berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan semangat belajar yang konsisten, dukungan keluarga, serta kepercayaan yang diberikan almamater melalui beasiswa magister, Meliyawati kini bersiap melangkah lebih jauh untuk mewujudkan cita-citanya sebagai akademisi dengan harapan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.
Perjalanan Meliyawati menjadi inspirasi bahwa setiap mimpi dapat diwujudkan melalui ikhtiar, disiplin, dan do’a. Prestasi yang diraihnya tidak hanya membanggakan keluarga dan almamater, tetapi juga menjadi harapan bahwa semakin banyak generasi muda dari daerah yang berani bermimpi besar, menempuh pendidikan tinggi, dan kembali mengabdi untuk kemajuan masyarakat.












