PDM Kota Bandar Lampung Lantik Kepala MIT dan MTs Muhammadiyah Sukarame Periode 2026–2030

Bandar Lampung – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandar Lampung melantik Kepala Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Muhammadiyah Sukarame dan Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Sukarame periode 2026–2030 pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 WIB tersebut digelar di Aula Lantai 3 MTs Muhammadiyah Sukarame.

Acara dihadiri jajaran pleno PDM Kota Bandar Lampung, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Kota Bandar Lampung, perwakilan Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukarame, Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Sukarame, Komite MTs Muhammadiyah Sukarame, unsur pemerintahan setempat, kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kota Bandar Lampung, serta guru dan karyawan MIT dan MTs Muhammadiyah Sukarame.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya. Prosesi pelantikan kemudian dilaksanakan dengan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan surat pengangkatan.

Dalam pelantikan tersebut, Hevi Hellen Sofia, S.Pd.I resmi dilantik sebagai Kepala MTs Muhammadiyah Sukarame periode 2026–2030, sedangkan Umi Hanifah, S.Pd dilantik sebagai Kepala MIT Muhammadiyah Sukarame periode yang sama. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PDM Kota Bandar Lampung, Dr. Riyuzen Praja Tuala, M.Pd.

Mewakili Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Bandar Lampung, Edi Junarto, M.Pd.I menyampaikan bahwa kedua kepala madrasah yang dilantik telah melalui proses seleksi dan mekanisme yang berlaku sebelum ditetapkan oleh PDM Kota Bandar Lampung.

“Kepala sekolah dan kepala madrasah yang dilantik hari ini telah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh Majelis Pendidikan Kader dan Dikdasmen sebelum diajukan kepada PDM,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa amanah yang diberikan bukanlah bentuk euforia, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengembangkan pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, seorang kepala sekolah perlu memiliki kompetensi kepribadian, sosial, profesional, kewirausahaan, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK).

Selain itu, Edi Junarto menyampaikan apresiasi kepada kepala madrasah sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan tugas.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Jumiyanti, M.Pd, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, menyampaikan ucapan selamat kepada kepala madrasah yang baru dilantik.

BACA JUGA :  PP Bikersmu Kukuhkan Chapter Magelang: Dari Pesan Ibadah hingga Komitmen Keselamatan Jalan Raya

“Kami mengucapkan selamat kepada dua srikandi yang hari ini resmi dilantik. Amanah yang diberikan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk memimpin, mengelola, dan mengembangkan madrasah agar semakin maju, berkualitas, serta mampu mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan berakhlakul karimah,” kata Jumiyanti.

Ia menegaskan bahwa kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, sekaligus teladan bagi seluruh warga madrasah. Oleh karena itu, kepemimpinan yang profesional, kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan sangat diperlukan di tengah tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PDM Kota Bandar Lampung, Dr. Riyuzen Praja Tuala, M.Pd, menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi dan menjadi bagian dari proses regenerasi yang harus disikapi secara positif.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada kepala MIT Muhammadiyah Sukarame sebelumnya, Sari Oktania, atas kontribusi dan dedikasinya dalam merintis serta mengembangkan lembaga pendidikan tersebut.

“Atas nama PDM Kota Bandar Lampung, kami mengucapkan selamat kepada Ibu Hevi Hellen Sofia, S.Pd.I dan Ibu Umi Hanifah, S.Pd atas amanah baru yang diberikan. Menjadi pemimpin bukan perkara mudah karena setiap kebijakan tidak selalu dapat memuaskan semua pihak. Namun, seorang pemimpin harus tetap sabar, bijaksana, dan fokus pada kemajuan lembaga,” ujarnya.

Riyuzen juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi sekolah, administrasi dan keuangan, serta proses pembelajaran yang baik sebagai fondasi pengembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah. Ia mengajak seluruh unsur sekolah untuk memperkuat kebersamaan dan menghindari perbedaan pendapat yang dapat menghambat kemajuan pendidikan.

“Mari bekerja sama dengan baik. Kita berada dalam satu organisasi yang memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan Muhammadiyah,” tambahnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penguatan kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah di Kota Bandar Lampung. Para kepala madrasah yang dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan mutu layanan pendidikan, serta menghadirkan berbagai inovasi untuk mewujudkan sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing.

BACA JUGA :  Mahasiswa PMM UMM Adakan Lomba Edukasi dengan Metode Role Playing

Acara berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Setelah prosesi pelantikan selesai, para tamu undangan dan hadirin memberikan ucapan selamat kepada Hevi Hellen Sofia, S.Pd.I dan Umi Hanifah, S.Pd atas amanah baru yang diemban sebagai pemimpin madrasah Muhammadiyah di Sukarame. (YHA)