WARTAMU.ID, Yogyakarta – Berangkat dari semangat kepedulian terhadap lingkungan, Kelompok 1 mahasiswa Program Studi Akuntansi ,Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Merajut Sabuk Hijau Pantai Baros” melalui aksi penanaman 1.500 pohon mangrove di kawasan Pantai Baros, Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Islam dan IPTEKS yang diampu oleh Dr. M. Nurdi Zuhdi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, serta kepedulian sosial dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Mengapa Pantai Baros?
Pantai Baros merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai di wilayah Yogyakarta. Namun, seperti banyak wilayah pesisir lainnya, kawasan ini menghadapi ancaman abrasi akibat gelombang laut dan berkurangnya vegetasi pelindung alami.
Mangrove dipilih sebagai solusi karena memiliki kemampuan luar biasa dalam melindungi garis pantai dari abrasi, menahan sedimentasi, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut. Oleh karena itu, penanaman mangrove menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.
Aksi Nyata untuk Lingkungan
Dalam kegiatan ini, sebanyak 1.500 bibit mangrove berhasil ditanam di area pesisir Pantai Baros. Proses penanaman dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa bersama masyarakat sekitar yang turut mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain menjadi sarana pengabdian masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung pentingnya menjaga keseimbangan alam dan peran setiap individu dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Dampak dan Manfaat yang Diharapkan
Penanaman mangrove memberikan berbagai manfaat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
a.Manfaat Jangka Pendek
- Menambah area hijau di kawasan pesisir.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
- Mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam kegiatan pelestarian alam.
b.Manfaat Jangka Panjang
- Mengurangi risiko abrasi dan kerusakan garis pantai.
- Menjadi habitat alami bagi berbagai jenis ikan, kepiting, dan biota laut lainnya.
- Menyerap karbon dioksida sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
- Menjaga kualitas lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang.
Belajar dari Alam, Mengabdi untuk Masa Depan
Kegiatan “Merajut Sabuk Hijau Pantai Baros” membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Menanam satu pohon mungkin terlihat kecil, tetapi ketika dilakukan bersama-sama, dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh lingkungan dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kami mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mengimplementasikan ilmu dan nilai kepedulian sosial secara langsung di tengah masyarakat. Harapannya, aksi ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.
Mari bersama-sama merajut masa depan yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan melalui tindakan nyata untuk lingkungan.
Kelompok 1
Miranti Panandare
Shabrina Najwa R.
Khuliatun Nafisah
Alfiansah
Azizah
Siti Fadilah Siyami
Akbar Samba
Eti Mulyati
Defi Kurniawati
Frida Andistya Winanda
“Menanam hari ini, menjaga kehidupan esok hari.”










