Wartamu.id, Surabaya — Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur menegaskan penguatan pengkaderan dan pengawalan isu lingkungan sebagai fokus utama gerakan dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) yang digelar pada 10–11 Desember 2025 di Haris Hotel Gubeng, Surabaya. Agenda strategis ini dibahas dalam forum yang turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur.
Rapimwil menjadi ajang konsolidasi program kerja PWPM Jatim untuk periode 2023–2027, sekaligus mempertegas arah gerakan pemuda di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
Ketua PWPM Jawa Timur, M. Zaki Nafiuzzaki, dalam sambutannya menekankan bahwa pengkaderan harus ditempatkan sebagai fondasi utama. Menurutnya, perubahan sosial yang cepat menuntut kesiapan kader, baik dari sisi karakter maupun kemampuan beradaptasi.
“Konsolidasi pengkaderan bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi upaya membangun generasi pemimpin yang tangguh dan mampu bertumbuh. Pemuda Muhammadiyah harus memiliki kesiapan moral, intelektual, serta kompetensi yang relevan dengan tantangan zaman,” ujar Zaki.
Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan ruang digital sebagai bagian dari strategi gerakan. Transformasi komunikasi publik yang kini berbasis digital, menurutnya, wajib direspons pemuda Muhammadiyah secara serius.
“Penguasaan ruang digital tidak lagi bersifat tambahan. Ini sudah menjadi kewajiban,” tegasnya.
Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Najih Prasetyo, yang hadir memberikan arahan, turut menguatkan pesan tersebut. Ia menilai kader Muhammadiyah harus mampu bersaing di ruang publik melalui penguasaan keterampilan-keterampilan baru, khususnya di sektor digital.
“Kader Muhammadiyah harus tangguh dan bertumbuh. Dan pertumbuhan itu membutuhkan penguasaan keterampilan baru,” ujarnya.
Selain isu pengkaderan, Rapimwil juga menempatkan agenda lingkungan sebagai prioritas penting. Zaki menyebut tantangan ekologis di Jawa Timur—mulai dari pengelolaan sampah hingga dampak perubahan iklim—memerlukan partisipasi aktif pemuda.
“Pemuda harus mengambil peran dalam mengawal isu lingkungan. Edukasi, advokasi, dan aksi komunitas adalah ruang yang harus terus diperkuat,” katanya.
Pembahasan keseluruhan agenda dirumuskan melalui tiga komisi yang menyoroti bidang kaderisasi, lingkungan, dan program sosial-keumatan. Hasil Rapimwil tersebut dijadwalkan akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sebagai rekomendasi dan panduan kerja PWPM dalam memperluas kontribusi pemuda bagi pembangunan masyarakat.












