Wartamu.id, Suara Pembaca – Dalam kamus besar bahasa Indonesia pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani ( https://kbbi.web.id/pahlawan). Dalam pengertian lain pahlawan adalah sosok yang berjasa dalam perjuangan kebenaran, seseorang yang berkorban untuk kepentingan orang banyak, serta tokoh yang memiliki integritas dan keteladanan.
Hari Pahlawan ditetapkan sejak tahun 1959 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959, yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno pada 16 Desember 1959. Tanggal 10 November dipilih untuk mengenang Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945.
Sebanyak 191 pria dan 16 wanita telah diangkat sebagai Pahlawan Nasional, yang paling terbaru adalah Ida Dewa Agung Jambe, Bataha Santiago, M Tabrani, Ratu Kalinyamat, Abdul Chalim dan Ahmad Hanafiah, pada tahun 2023. Pahlawan-pahlawan tersebut berasal dari seluruh wilayah di kepulauan Indonesia, dari Aceh di bagian barat sampai Papua di bagian timur; Untuk kali pertama Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah memiliki Pahlawan Nasional pada tahun 2021, sementara Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan sama sekali belum memiliki Pahlawan Nasional. Mereka berasal dari berbagai etnis, meliputi pribumi-Indonesia, peranakan Arab, Tionghoa, India, dan orang Eurasia. Mereka meliputi perdana menteri, gerilyawan, menteri-menteri pemerintahan, prajurit, bangsawan, jurnalis, tokoh keagamaan, pendidik dan seorang uskup (https://id.wikipedia.org/wiki/Pahlawan_nasional_Indonesia) .
Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan, menjadi tema hari pahlawan tahun 2025. Tema ini mengajak setiap warga negara Indonesia untuk menjadikan para pahlawan sebagai teladan masing masing , dengan cara apa meneladani para pahlawan Indonesia ? , dengan cara terus bergerak menjadi lebih baik dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan yang ada diindonesia .
Setiap orang pasti berbeda memaknai frasa pahlawan, yang menjadi pertanyaan apakah hari pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 november memiliki makna mendalam dalam jiwa individu setiap masyarakat Indonesia terlebih bagi para pemangku kebijakan, pejabat disemua level pemerintahan, serta aparatur sipil negara, siswa dan lain lain.
Bagi penyuluh agama islam dilingkungan kementerian agama tentu juga harus dapat mengambil nilai nilai patriotisme dari para pahlawan nasional . Hari pahlawan bukanlah hanya sekedar peringatan seremonial , share poster , dan pelaksanaan upacara / apel hari pahlawan . Kerja keras, pantang menyerah, bertanggung jawab, pantang berkhianat, rela berkorban, rela menderita untuk kepentingan bangsa Indonesia menjadi karakter dan sifat pahlawan . Pertanyaanya siapa pahlawan inspirasimu dan teladan mana yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari hari sebagai seorang penyuluh ? jawabanya ada pada kita masing masing.
Oleh : Bambang Mugiono ( Penyuluh Agama Islam KUA Gisting)
Artikel ini merupakan kiriman pembaca wartamu.id. (Terimakasih – Redaksi)












