Kejuaraan Pencak Silat OKU Timur Championship 2026 Diikuti 600 Atlet, Dugaan Ketidaknetralan Wasit Jadi Sorotan

Pencak Silat OKU Timur Championship 2026

WARTAMU.ID, OKU Timur – Kejuaraan Pencak Silat OKU Timur Championship 2026 yang diselenggarakan oleh IPSI OKU Timur berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari para peserta. Ajang yang digelar selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Mei 2026 di Gedung Miza Futsal Belitang tersebut diikuti lebih dari 600 atlet dari berbagai perguruan pencak silat, sekolah, instansi, hingga klub silat dari dalam maupun luar Kabupaten OKU Timur.

Para atlet yang bertanding merupakan perwakilan dari berbagai perguruan yang tergabung dalam IPSI serta sejumlah klub pencak silat yang ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap olahraga pencak silat di wilayah Sumatera Selatan, khususnya OKU Timur.

Pembukaan kejuaraan dilakukan langsung oleh Bupati OKU Timur, Ir. Lanosin, S.T., M.M pada Jumat, 1 Mei 2026. Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan seluruh peserta dan official untuk menjaga kerukunan antarperguruan pencak silat serta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Kita berharap event ini berjalan lancar, sportif dan seluruh pihak dapat menjaga netralitas demi kemajuan pencak silat di OKU Timur,” pesan Bupati dalam sambutannya.

Namun di balik suksesnya penyelenggaraan kejuaraan tersebut, muncul sejumlah keluhan dari official dan kontingen peserta terkait dugaan ketidaknetralan wasit dan juri saat pertandingan berlangsung.

Beberapa official mengaku atlet mereka dirugikan oleh keputusan wasit, khususnya pada pertandingan yang berlangsung di gelanggang 1. Dari tiga gelanggang yang digunakan selama kejuaraan, gelanggang 1 disebut menjadi lokasi yang paling banyak menuai protes dari peserta.

Salah seorang official yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa sistem penilaian yang diterapkan oleh beberapa wasit juri di gelanggang 1 dinilai tidak sesuai dengan peraturan terbaru tahun 2025 yang sebelumnya telah disepakati dalam technical meeting.

“Kami sangat dirugikan atas tidak netralnya wasit juri dalam melaksanakan pertandingan. Ada tiga atlet kami yang poinnya tinggi namun dinyatakan kalah,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan official dari kontingen lainnya. Mereka menilai sejumlah poin yang seharusnya sah justru tidak dimasukkan oleh juri pertandingan.

BACA JUGA :  Persatuan Panah Indonesia Kini Ada diKabupaten Way Kanan

“Benar sekali, atlet kami ada dua orang yang bertanding di gelanggang 1, poinnya hilang bagai ditelan bumi. Mana mungkin bantingan sah dua kali berturut-turut tidak dimasukkan ke poin. Harusnya kami unggul telak tapi kenyataannya kami dinyatakan kalah,” ujar official lainnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya memiliki rekaman video pertandingan dan telah melakukan penghitungan poin secara mandiri sebagai bahan evaluasi.

Munculnya berbagai protes tersebut dinilai dapat mencoreng citra IPSI OKU Timur sebagai penyelenggara kejuaraan. Pasalnya, para wasit dan juri yang bertugas telah diberikan mandat untuk memimpin pertandingan secara profesional, objektif, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Sejumlah pihak berharap IPSI OKU Timur dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat pertandingan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada event-event berikutnya.

Kejuaraan OKU Timur Championship 2026 sendiri diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi. Namun profesionalitas dan netralitas seluruh perangkat pertandingan menjadi faktor penting demi menjaga kepercayaan peserta serta marwah olahraga pencak silat di daerah tersebut.