WARTAMU.ID, BANGKALAN, MADURA – Abdul Mu’ti bersama rombongan melakukan kunjungan ke SD Negeri Kajuanak 4 yang bangunannya roboh di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jumat pagi (1/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan langsung kondisi sekolah yang telah mengajukan program revitalisasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Di pagi yang cerah ini kami ingin memastikan kondisi sekolah (SDN Kajuanak 4) yang sudah mengajukan program revitalisasi,” ujar Menteri Abdul Mu’ti saat meninjau lokasi sekolah.
Kedatangan Mendikdasmen disambut antusias oleh kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, hingga masyarakat sekitar. Kepala Sekolah SDN Kajuanak 4, Ningsih, mengaku terharu dan tidak menyangka sekolahnya akan dikunjungi langsung oleh Menteri.
“Saya bersama guru-guru, tenaga pendidik, dan warga di sini sangat antusias, senang dan bahagia dikunjungi langsung Pak Menteri Abdul Mu’ti,” ungkap Ningsih.
Ia menjelaskan, bangunan sekolah roboh pada 24 November 2025 sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilakukan di dalam kelas. Para guru dan siswa akhirnya melaksanakan pembelajaran seadanya di ruang terbuka dengan penutup sederhana.
“Kami tetap berusaha agar anak-anak bisa belajar meskipun kondisinya sangat terbatas,” katanya.
Sebulan setelah kejadian tersebut, tepatnya pada Desember 2025, pihak sekolah mendapat informasi dari Dinas Pendidikan setempat bahwa program revitalisasi satuan pendidikan kembali dibuka oleh Kemendikdasmen.
Tanpa menunggu lama, pihak sekolah bersama tim segera mengajukan proposal revitalisasi melalui Dinas Pendidikan ke Kemendikdasmen di Jakarta.
Beberapa bulan kemudian, Ningsih sempat menanyakan perkembangan proposal tersebut kepada Dinas Pendidikan. Ia mendapat informasi bahwa proposal telah diterima Kemendikdasmen dan tinggal menunggu tahapan lanjutan.
Tak disangka, tahapan berikutnya justru berupa kunjungan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke sekolah mereka.
“Saya dikabari Disdik sehari sebelum Menteri ke sini. Ini di luar dugaan saya, dan saya tidak pernah menyangka bakal berkunjung langsung,” ujarnya.
Berdasarkan catatan Kemendikdasmen, SDN Kajuanak 4 mengajukan program revitalisasi meliputi rehabilitasi empat ruang kelas, rehabilitasi satu ruang administrasi, pembangunan dua ruang kelas baru, pembangunan satu paket toilet, serta pembangunan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Saat ini, proses revitalisasi disebut telah memasuki tahap finalisasi dokumen dan segera ditandatangani pihak terkait pada Mei 2026.
“Tidak lama lagi segera selesai direvitalisasi sekolah ini,” tegas Menteri Abdul Mu’ti.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Menteri Abdul Mu’ti juga melakukan peletakan batu pertama di lokasi sekolah yang roboh tersebut. Langkah itu menjadi simbol dimulainya pembangunan kembali sekolah agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.
Kepala Sekolah Ningsih mengaku kunjungan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh warga sekolah.
“Terus terang ya, saya bersama tim seperti dapat kado yang sangat indah, tidak disangka dan tidak terduga akan didatangi Pak Menteri langsung,” tuturnya haru.
Ia berharap revitalisasi dapat segera terealisasi sehingga para siswa tidak lagi belajar di bawah terik matahari.
“Semoga sekolah kami segera berdiri lagi. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman. Tidak seperti sekarang dengan suasana berpanas-panasan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kajuanak Galis, Marsit, memastikan bahwa status lahan dan bangunan sekolah kini sudah aman dari persoalan sengketa yang sebelumnya sempat terjadi.
“Sudah aman Pak Menteri. Sudah diselesaikan sengketanya,” kata Marsit saat berdialog dengan Menteri Abdul Mu’ti usai peninjauan sekolah.












