WARTAMU.ID, Way Kanan (Lampung) – Sholat Idul Fitri merupakan salah satu sholat sunnah muakad bagi umat islam saat tanggal 1 Syawal atau hari raya Lebaran Idul Fitri. Sholat ini dilakukan setelah umat islam melakukan ibadah puasa dalam bulan suci Ramadhan 1444 H.
Meski terjadi perbedaan antar umat Islam di Indonesia dalam hari pelaksanaanya Sholat Ied tahun ini (2023), Umat Islam tetap melaksanakan Sholat Ied pada 1 Syawal 1444 H. Masing-masing memiliki dasar hukum sendiri dan melaksanakannya penuh keyakinan.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Maklumat nomor 1 /MLM/I.0/E/2023 pada tanggal 21 Januari 2023 telah memutuskan penetapan hasil hisab untuk bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah 1444 H. Tertuang didalamnya bahwa 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Jumat, 21 April 2023 M.
”Mulai petang kemarin sore, Setiap muslim dalam kondisi apa pun disunnahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan kalimat-kalimat takbir, tahmid, dan tahlil menyeru atas keagungan Allah SWT. Hal tersebut juga menandakan bahwa telah berakhirnya bulan suci Ramadhan 1444 H. Pagi ini, bukan hanya warga persyarikatan Muhammadiyah saja yang melaksanakan Sholat Idul Fitri, melainkan umat Islam lainnya yang menurut perhitungan dan keyakinannya bahwa tanggal 1 Syawal 1444 H telah masuk sehingga dirinya bersama kita melaksanakan Sholat Ied pada pagi hari ini”. Jelas Joko Susanto selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Way Kanan sebelum melaksanakan Sholad Ied di halaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Baradatu pada, Jumat, 21/4/2023.
”Namun kita tetap menjunjung tinggi dan menghormati saudara-saudari kita yang hari ini masih menjalankan ibadah puasa karena perbedaan itu adalah rahmat yang datangnya dari Allah SWT”. Tambah Joko Susanto dalam sambutannya.
Sejak pukul 06:00 Wib masyarakat dan Warga Muhammadiyah telah berbondong-bondong datang kelokasi sholat Ied tersebut, wajar jika hadir pukul 07:00 Wib parkir kendaraan telah mengular dipinggiran jalan Kampung Setia Negara Baradatu yang mengarah ke SMP Muhammadiyah Baradatu. Dari kejauhan telah terdengar suara ” Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd”.
”Pak Rudi orang itu (Mantan Caleg 2019) warga Muhammadiyah juga ya?” Tanya ku pada Pak Rudi Afrizal Sekertaris PCPM Baradatu saat berjalan kaki karena sama-sama mendapatkan lokasi parkir mobil lumayan jauh dari lokasi Sholat Ied.
”Nah saya baru tau juga mas Sigit hehehe, ya mudah-mudahan kegiatan kita pagi ini (Sholat Ied) memberikan manfaat juga kepada umat Islam lainnya”. Jelas Rudi Afrizal sembari Power Walking karena takut tidak kebagian tempat untuk Sholat.

Sekitar Pukul 07:19 Wib prosesi Sholad Ied mulai dikerjakan. Diawali dengan berdirinya seorang yang sudah berumur namun tetap keras suaranya ditambah lagi dengan alat bantu pengeras suara (Sound System) membuat suara orang Lansia tersebut terdengar kemana-mana termasuk kedalam hati yang sangat sempit. Pak Minaryadi bertindak selaku Bilal pagi hari ini. Dengan suara kerasnya, Pak Minar mengingatkan ku pada kisah terakhir Adzan Bilal Bin Rabah R.A. Sahabat Rosul satu ini (Bilal bin Rabah) menjadi enggan untuk mengumandangkan adzan dan memutuskan untuk meninggalkan Madinah setalah Rosul S.A.W wafat/meninggal dunia. Meski Bilal Bin Rabah telah dibujuk oleh Umar bin Khattab untuk kembali mengumandangkan Adzan karena umat muslim di Madinah merindukan suara khasnya, Bilal Bin Rabah tetap tidak mau. Hingga suatu saat bilal bermimpi bertemu Rosul yang memintanya untuk kembali ke Madinah dan mengummandangkan Adzan disana. Sesampainya di sana, Bilal bertemu dengan cucu-cucu kesayangan Rasulullah yaitu Hasan dan Husein. Kemudian Husein berkata,
“Paman, maukah engkau kali ini saja mengumandangkan azan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek.” Ucap Husein kepada Bilal Bin Rabah.
Bilal Bin Rabah pun langsung ketika datang waktunya Sholat mengummandangkan Adzan dimasjid. Ketika lafadz Allahu Akbar ia kumandangkan, kota Madinah seketika menjadi sunyi dan senyap. Seluruh aktivitas pun terhenti pada saat itu. Hingga pada lafadz berikutnya, suara Bilal r.a. mulai terdengar parau ketika melafadzkan Asyhadu anna muhammadar rasulullah. Ia pun mulai terisak ketika menyebutkan nama orang yang paling ia rindukan. Bilal r.a. tidak sanggup melanjutkan adzan. Seluruh penduduk Madinah akhirnya pun turut menangis karena merasakan rindu yang teramat pada Baginda Rasulullah SAW.
Dalam hati ku berdoa saat mendengarkan Pak Minaryadi menjadi Bilal pada Sholat Ied tersebut ”semoga Allah SWT sampaikan umur ku pada usia tua dan dapat bermanfaat bagi umat”.
Menjadi Imam pada Sholah Ied tersebut adalah Joko Susanto selaku Ketua PDM Way Kanan dan dilanjut dengan mendengarkan Tausiah dari Khotib atas nama Dr. Phil. Ridho Al Hamdi, M.A selaku Ketua LHKP Pimpinan Pusat Muhammadiyah).
”Pastilah banyak amal kebajikan yang kita lakukan dibulan suci Ramadhan, ada puasa, membaca Al-quran, bersedakah, sholat, zakat dan lain sebagainya. Semoga kita semua dapat kembali ke fitri atau kesucian seperti kertas putih yang baru terlahir kembali”. Jelas Rdho Al Hamdi dalam Khutbahnya.
Oleh sebab itu, pada hari raya idul fitri ini setiap muslim apa bila bertemu dengan muslim lainnya meminta maaf dan mengucapkan ” Taqabbalallaahi Minnaa wa Minkum taqabbal yaa kariim, .” Artinya: “Semoga Allah menerima (amal ibadah) kami dan kamu, Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah.
”Perang terhadap hawa nafsu disatu bulan Ramadhan, hendaknya menjadi bekal bagi kita untuk menghadapi 11 bulan berikutnya agar kita terus berlomba dalam kebaikan”. Ungkap Ridho Al Hamdi yang juga Alumni S3 Ilmu Politik ini.
Mentari yang makin bersinar menjelang pukul 08:00 Wib menambah semangat peserta Sholat Idul Fitri dihalaman biru SMP Muhammadiyah Baradatu. Sang Surya makin bersninar dan membuat atmosfir sedikit menghangat membuat puluhan sajadah berpindah dari bawah keatas kepala para peserta Sholad Ied sembari bercucuran keringat. Lantai 2 Gedung SMP Muhammadiyah Baradatu nampaknya kurang tinggi untuk menutupi sengat matahari dari timur. Nampaknya sisa-sisa besi yang mencolok diatas gedung tersebut harus diselesaikan menjadi gedung berlantai 3 agar sekolah tersebut memiliki lebih banyak ruangan.
K.H Ahmad Dahlan mengajarkan Surat Al Ashr selama 8 bulan kepada para murid-muridnya. Waktu lama tersebut dikarenakan ada 4 golongan manusia yang tidak akan merugi. Pertama adalah orang yang beriman, kedua orang yang beramal saleh, ketiga orang yang saling mengingatkan dalam kebaikan, dan keempat bahwa dalam kesulitan itu ada kemudahan. Tambah Rido Al Hamdi.
Sebagai manusia kita tidaklah boleh sombong karena Iblis dikeluarkan dari Syurga karena sifat sombongnya, apa lagi kita sebagai manusia yang belum pernah masuk kedalam syurga.
”Orang sombong bak manusia yang berada diatas gunung dan melihat manusia lainnya yang berada dibawah itu sangat kecil dan rendah. ia lupa bahwa manusia dari bawah juga sebenarnya melihat ia yang diatas gunung itu sangatlah kecil. Sebab itu ada pepatah bahwa diatas langit masih ada langit”. Tambah Rido.
Mendekati pukul 08:35 Wib, Khutbah Idul Fitri selesai dibacakan. Selesai itu para peserta pun melakukan jabat tangan dan meminta maaf kepada peserta lainnya yang hadir. Dari kotak amal yang dikelilingkan kepada para peserta juga terkumpul dana mendekati Rp. 5.000.000 (Lima Juta Rupiah), nampak minuman dalam kemasan yang disiapkan panitia juga diserbu oleh para peserta mendekati pintu keluar dari halaman sekolah, nampak juga Bapak-bapak Polisi yang mengatur lajur kendaraan agar tertib dan nyaman bahkan dari hari sebelumnya dari pihak intel Polres Way Kanan intens melakukan kordinasi terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1444 H dihari Jumat ini.
”Peserta diperkirakan menjacapi ratusan orang disetiap titiknya mas. Ada dua titik pelaksanaan Sholad Ied oleh Muhammadiyah Way Kanan, pertama di SMP Muhammadiyah Baradatu dan titik kedua ada di SMP Muhammadiyah Negara Batin”. Akhir pesan Whatshap ku kepada Mas Pandu yang dibalasnya dengan ucapan terimakasih dan Stiker Siap komando.












