DAERAH  

FPK Pringsewu Sosialisasikan Tugas dan Fungsi dan Penguatan Pembauran

FPK Pringsewu Sosialisasikan Tugas dan Fungsi dan Penguatan Pembauran untuk Pagelaran Utara, Banyumas dan Pagelaran

WARTAMU.ID, Pringsewu – Sesuai dengan amanat Permendagri No 34 Tahun 2006 tentang pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan. Untuk memantapkan dan menguatkan konsolidasi Forum Pembauran Kebangsaan Kab. Pringsewu lakukan Sosialisasi Pembauran Kebangsaan untuk 3 kecamatan yaitu Pagelaran, Pagelaran Utara dan Banyumas yang ditempatkan di Aula Pekon Fajar Baru Kecamatan Pagelaran Utara, Senin, 26 Desember 2022.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kabid Idwasbang Bapak Ahmad Khaidir mewakili Kepala Bakesbangpol Pringsewu, Camat Pagelaran Bapak Drs. H. Fauzan, Camat Banyumas Bapak Hartoyo, Sekcam Pagelaran Utara Bapak Suparman, SE, Pengurus FPK Pringsewu dan Pengurus FPK Kecamatan Pagelaran, Pagelaran Utara dan Banyumas. Turut hadir juga Kanit Intel Polsek Pagelaran Haryono, Koramil Pagelaran diwakili Bapak Suparmin dan Kepala Pekon Fajar Baru Bapak Idham Cholid.

Dalam sambutannya Bapak Bahrudin, S. IP mewakil FPK Kecamatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sosialisasi yang dilakukan oleh FPK Kabupaten Pringsewu dan turun ke FPK Kecamatan-kecamatan. Semenjak terbentuk tahun 2021 FPK kecamatan belum banyak berbuat dan menjalankan program, tapi khusus Kecamatan Pagelaran sudah mulai dilakukan fungsi-fungsi dn komunikasi dengan tujuan terdeteksi sejak dini bibir bibir konflik antar suku dan etnis di kecamatan Pagelaran, saya yakin FPK Kecamatan lainnya jug sudah mulai melakukan hal yang sama, ungkap Bahrudin. Demikian hal nya Suparman, SE mewakili Camat Pagelaran Utara menyampaikan apresiasi nya atas upaya dari FPK Pringsewu turun ke bawah melakukan sosialisasi terkait dengan penguatan pembauran ini. Sebagai pembina FPK Kecamatan Pagelaran Utara justru bersyukur adanya FPK ini akan banyak membantu tugas camat dalam hal mengkomunikasikan dan mendeteksi serta mencegah akan adanya bibit-bibit konflik antar suku maupun etnis di Kecamatan Pagelaran Utara. Bahwa kita harus memegang teguh semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Persatuan dan kesatuan antar anak bangsa sudah menjadi bingkai yang melekat dan sudh tertanam dalam setiap Rakyat Indonesia. Namun demikian persatuan dan kesatuan itu harus dirawat agar harmonisasi dan toleransi diantara anak bangsa selalu terjalin dan tentunya diupayakan jangan terjadi konflik antara anak bangsa dalam bentuk apapun. Untuk itu kami mengapresiasi kepada kawan-kawan FPK baik di Kabupaten maupun di kecamatan-kecamatan, ungkap Suparman. Sementara Tarmuji mewakili FPK Kabupaten Pringsewu mengucapkan terimakasih kepada camat Pagelaran, Pagelaran Utara dan Banyumas atas support dan dukungannya sehingga terselenggara kegiatan Sosialisasi Penguatan Pembauran ini. Selanjutnya Ahmad Khaidir Kabid Idwasbang Kesbangpol Pringsewu menyampaikan apresiasi bagi semua pengurus FPK baik kabupaten maupun kecamatan yang telah membantu pemerintah pengawal persatuan dan kesatuan di Kabupaten Pringsewu khususnya menjaga dan merawat harmonisasi da toleransi antar anak bangsa.

BACA JUGA :  Hj. Dessy Afriyanti Adipati Hadiri Kegiatan Pembinaan Kreativitas Peserta Didik PAUD Tahun 2024

Dalam acara sosialisasi tersebut bertindak selaku Narasumber yaitu Bapak Azharul Fazri Siagian. Fazri sapaan akrabnya menyampaikan tugas dan fungsi forum ini sudah jelas tertuang dalam Permendagri No 34 Tahun 2006. Indonesia itu unik, terdiri dari pelbagai suku dan etnis dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Persatuan dan Kesatuan ini harus selalu dijaga harus dipupuk secara berkelanjutan. Kalau kita melihat di beberapa negara baik Eropa dan Asia yang diisi oleh satu dan etnis dalam suatu negara bis terjadi konflik yang tidak berkesudahan sampai saat ini. Wujud syukur kita bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai saat ini masih bisa terjaga rasa Persatuan dan Kesatuan.

Namun perlu kita waspadai adanya kepentingan luar yang merasa bahwa persatuan ini akan membawa Bangsa Indonesia menjadi salah satu negara besar di masa yang akan datang. Sehingga mulai ada upaya untuk menciptakan konflik diantara anak bangsa baik itu antar suku, etnis maupun antara ummat beragama. Hal-hal demikian yang memang harus kita jaga dan hindari. Rasa persatuan dan kesatuan ini menjadi modal utama kita agar tidak mudah terpecah. Kita yakin kalau anak bangsa bersatu dalam bingkai kebhinekaan sebagaimana amanat UUD dan Pancasila, kedepan Negara kita akan menjadi salah satu bangsa besar dan maju di Duni ini, tutup Fazri, yang merupakan aktivis Pemuda Muhamamdiyah Provinsi Lampung.