LP2M PPM Lakukan Uji Publik Instrumen Akreditasi Pesantren Muhammadiyah di Lampung Selatan

Kegiatan uji publik ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh Pesantren Muhammadiyah di Indonesia memiliki standar mutu yang sama dalam penyelenggaraan pendidikan

WARTAMU.ID, Lampung Selatan – Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) mengadakan Uji Publik Instrumen Akreditasi Pesantren di Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Natar, pada 1 Juni 2024. Sosialisasi ini diikuti oleh seluruh Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah se-Lampung.

Ketua LP2M PPM, Dr. Maskuri, M.Ed, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan instruksi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam rangka penyiapan Penjaminan Mutu Pendidikan yang terstandar. “Maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui LP2M akan melakukan pemetaan dan pemerataan mutu Pesantren Muhammadiyah,” ujar Maskuri.

Dalam sosialisasi tersebut, beberapa poin penting dibahas, termasuk instrumen akreditasi yang akan diterapkan untuk seluruh Pesantren Muhammadiyah di Indonesia. “Kami juga menerima masukan dari seluruh peserta terkait instrumen akreditasi Pesantren Muhammadiyah,” tambah Maskuri.

Menurut Ketua LP2M Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Mansur Mubarok, kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta dan dihadiri oleh Ketua PWM Lampung yang membidangi LP2M, Bejo Susanto. Para peserta terdiri dari Pimpinan dan Wakil Kurikulum Pondok Pesantren Muhammadiyah se-Lampung.

“Terima kasih kepada LP2M PP Muhammadiyah yang memberikan kesempatan kepada LP2M PWM Lampung untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan uji publik akreditasi Pesantren Muhammadiyah. Juga terima kasih kepada mudir Pesantren Muhammadiyah se-Lampung yang hadir untuk menyukseskan kegiatan uji publik akreditasi nasional,” ungkap Mansur Mubarok.

Kegiatan uji publik ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh Pesantren Muhammadiyah di Indonesia memiliki standar mutu yang sama dalam penyelenggaraan pendidikan. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta pemerataan kualitas pendidikan di pesantren-pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

BACA JUGA :  Muhammadiyah Bakal Serahkan 200 Huntara bagi Penyintas Semeru