WARTAMU.ID, Gamping – Di tengah kegiatan rutin Lazismu Gamping, kami berkesempatan mewawancarai Tabah, seorang pengemudi ambulans yang telah mengabdikan diri selama tiga tahun dalam layanan ambulans Muhammadiyah. Lazismu Gamping saat ini mengoperasikan dua unit ambulans yang beroperasi 24 jam penuh untuk melayani masyarakat.
“Ambulan Mu ini tidak hanya sebagai kendaraan pengangkut pasien, tapi juga menjadi sarana dakwah PCM Gamping,” ujar Pak Tabah penuh semangat. Ia menjelaskan bahwa ambulans tidak hanya digunakan untuk keperluan medis, tetapi juga untuk mendukung kegiatan dakwah, seperti mengantar jamaah pengajian.
Setiap harinya, Tabah bisa melayani hingga lima pasien dengan berbagai keperluan, seperti:
- Antar jemput pasien kontrol,
- Layanan antar jenazah (baik dalam maupun luar kota),
- Penanganan panggilan darurat,
- Transportasi untuk kegiatan pengajian.
Untuk menggunakan layanan Ambulan Mu, masyarakat hanya perlu menghubungi pusat kontak yang tersedia dan mengisi data diri pasien. Uniknya, layanan ini menggunakan sistem infak seikhlasnya, membuktikan komitmen Lazismu Gamping dalam membantu masyarakat tanpa memberatkan mereka secara finansial.
Tabah juga berbagi cerita tentang suka dukanya selama bertugas. “Sukanya bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan cabang Lazismu lainnya di seluruh Indonesia, ini memperkuat rasa persaudaraan,” ungkapnya. Namun, ia juga menghadapi tantangan, terutama saat harus berhati-hati di jalan agar tidak terjadi kecelakaan.
Di akhir wawancara, Tabah menyampaikan harapannya agar masyarakat Gamping terus mendukung dan beristiqamah dalam melayani. “Layanan ambulans ini adalah bentuk nyata kepedulian Muhammadiyah terhadap kesejahteraan umat,” tutupnya.
Kisah Pak Tabah dan layanan Ambulan Mu Lazismu Gamping membuktikan bahwa layanan kesehatan bisa menjadi jembatan dakwah dan kepedulian sosial. Dengan pelayanan 24 jam dan sistem infak seikhlasnya, ambulans ini hadir sebagai solusi transportasi kesehatan terjangkau bagi masyarakat Gamping dan sekitarnya.












