Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.
Agama  

Kajian Malam Selasa PDM Way Kanan Bahas Lima Kunci Menjadi Pribadi yang Berkah

Kajian Malam Selasa PDM Way Kanan Bahas Lima Kunci Menjadi Pribadi yang Berkah

WARTAMU.ID, WAY KANAN – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Way Kanan kembali menggelar Kajian Malam Selasa #14 secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (31/8/2026) malam. Kajian yang mengangkat tema “Menjadi Pribadi yang Berkah” tersebut menghadirkan Ustaz H. Banu Muhammad, S.Sy., alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah, sebagai pemateri.

Kajian yang dimulai sekitar pukul 19.50 WIB hingga selesai itu dimoderatori Munawar dari PDM Way Kanan dan terbuka bagi seluruh anggota serta warga Muhammadiyah.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Dalam pemaparannya, Ustaz H. Banu Muhammad menjelaskan bahwa menjadi pribadi yang berkah tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta, tingginya jabatan, atau keberhasilan duniawi. Keberkahan lebih jauh berkaitan dengan bagaimana seseorang mampu menjadikan kehidupan, ilmu, amal, kesehatan, dan harta yang dimilikinya memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Menurutnya, terdapat lima aspek penting yang perlu dibangun secara seimbang agar seseorang dapat menjadi pribadi yang berkah, yakni ruhiyah, ilmiyah, amaliyah, jasadiyah, dan maliyah.

1. Ruhiyah: Menguatkan Hubungan dengan Allah

Aspek pertama adalah ruhiyah, yaitu membangun dan menjaga kekuatan spiritual serta hubungan dengan Allah SWT.

Pribadi yang berkah harus memiliki hati yang dekat dengan Allah, menjaga ibadah, memperbanyak doa, memperkuat keikhlasan, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.

Kekuatan ruhiyah menjadi fondasi agar seseorang tidak mudah kehilangan arah ketika menghadapi keberhasilan maupun kesulitan. Kesibukan duniawi tidak boleh membuat seseorang melupakan tujuan utama hidup sebagai hamba Allah.

Dengan ruhiyah yang kuat, seseorang diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan penuh syukur ketika mendapatkan nikmat dan tetap sabar ketika menghadapi ujian.

BACA JUGA :  Kajian Malam Selasa: PDM Way Kanan Bahas Keseimbangan Hak Pekerja dalam Perspektif Hukum dan Agama, Dorong Kolaborasi Perlindungan PMI

2. Ilmiyah: Terus Belajar dan Mengembangkan Pengetahuan

Aspek kedua adalah ilmiyah, yakni membangun kehidupan dengan ilmu pengetahuan.

Menurut Ustaz Banu, seorang Muslim tidak boleh berhenti belajar. Ilmu menjadi bekal penting agar seseorang mampu membedakan antara yang benar dan yang salah, mengambil keputusan secara bijak, serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Dalam konteks warga Muhammadiyah, semangat mencari ilmu juga menjadi bagian penting dari tradisi gerakan. Ilmu agama perlu berjalan beriringan dengan pengetahuan umum sehingga melahirkan pribadi yang memiliki wawasan luas, kritis, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

Pribadi yang berkah bukan hanya memiliki banyak pengetahuan, tetapi juga mampu menggunakan ilmu tersebut untuk memberikan solusi dan kemaslahatan bagi orang lain.

3. Amaliyah: Ilmu Harus Melahirkan Amal

Aspek ketiga adalah amaliyah, yaitu mengimplementasikan ilmu dalam bentuk amal nyata.

Ilmu yang dimiliki seseorang akan menjadi lebih bermakna apabila diwujudkan dalam tindakan. Karena itu, keberkahan hidup tidak cukup hanya dengan mengetahui dan memahami ajaran agama, tetapi harus terlihat dalam perilaku sehari-hari.

Amal tersebut dapat diwujudkan melalui ibadah, membantu sesama, menjaga hubungan sosial, bekerja dengan jujur, menjalankan amanah, serta mengambil bagian dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, ilmu dan amal harus berjalan beriringan. Semakin banyak ilmu yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk mengamalkannya.

4. Jasadiyah: Menjaga Kesehatan dan Kekuatan Fisik

Aspek keempat adalah jasadiyah, yaitu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Menurut kajian tersebut, tubuh merupakan amanah yang harus dijaga. Seseorang membutuhkan kondisi fisik yang sehat agar dapat menjalankan ibadah, bekerja, belajar, berdakwah, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.

Menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga makanan dan minuman, berolahraga, beristirahat secara cukup, serta menghindari berbagai kebiasaan yang dapat merusak kesehatan.

Kesehatan fisik menjadi bagian penting dari keberkahan karena tubuh yang sehat memungkinkan seseorang melakukan lebih banyak kebaikan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

5. Maliyah: Mengelola Harta agar Menjadi Sumber Keberkahan

Aspek kelima adalah maliyah, yakni bagaimana seseorang memperoleh, mengelola, dan menggunakan harta secara benar.

BACA JUGA :  Kajian Malam Selasa PDM Way Kanan Bahas Hijrah Spiritual Menyambut Tahun Baru Islam

Harta dalam pandangan Islam bukan sekadar ukuran keberhasilan duniawi, tetapi juga amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Karena itu, sumber penghasilan harus diperoleh melalui cara yang halal, sementara penggunaannya diarahkan kepada kebutuhan yang baik dan bermanfaat.

Pribadi yang berkah tidak hanya mengejar banyaknya harta, tetapi juga memperhatikan keberkahan dalam proses memperolehnya serta manfaat ketika menggunakannya.

Harta dapat menjadi sarana ibadah melalui zakat, infak, sedekah, wakaf, membantu keluarga, membantu masyarakat, maupun mendukung berbagai kegiatan sosial dan dakwah.

Lima Aspek yang Harus Berjalan Seimbang

Ustaz Banu menekankan bahwa kelima aspek tersebut tidak dapat dipisahkan. Ruhiyah memberikan landasan spiritual, ilmiyah memberikan pengetahuan, amaliyah mewujudkan ilmu dalam tindakan, jasadiyah menopang aktivitas, sedangkan maliyah menyediakan salah satu sarana untuk memperluas kemanfaatan.

Kelima aspek tersebut apabila dibangun secara seimbang akan membentuk pribadi yang tidak hanya baik secara spiritual, tetapi juga memiliki kapasitas keilmuan, produktif dalam amal, sehat secara fisik, serta mampu mengelola kehidupan ekonomi secara bertanggung jawab.

Kajian Malam Selasa #14 PDM Way Kanan tersebut menjadi ruang penguatan keislaman sekaligus refleksi bagi warga Muhammadiyah untuk terus memperbaiki kualitas diri.

Melalui tema “Menjadi Pribadi yang Berkah”, kajian tersebut mengajak setiap peserta untuk tidak hanya mengejar keberhasilan bagi dirinya sendiri, tetapi menjadikan seluruh potensi yang dimiliki sebagai jalan untuk menghadirkan kemanfaatan bagi keluarga, organisasi, masyarakat, bangsa, dan agama.

Pada akhirnya, pribadi yang berkah bukan sekadar pribadi yang memiliki banyak, tetapi pribadi yang kehadirannya membawa kebaikan, ilmunya memberi manfaat, amalnya dirasakan orang lain, kesehatannya digunakan untuk berbuat baik, dan hartanya menjadi jalan menuju kemaslahatan.