Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Guru Muhammadiyah Dituntut Jadi Pembaca Zaman dan Pemimpin Perubahan

Guru Muhammadiyah Dituntut Jadi Pembaca Zaman dan Pemimpin Perubahan

WARTAMU.ID, JAKARTA – Guru Muhammadiyah dituntut tidak sekadar menjalankan tugas sebagai pengajar, tetapi juga mampu membaca perubahan zaman dan mengambil peran sebagai pemimpin perubahan. Di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), guru perlu tetap adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Pesan tersebut disampaikan Faozan Amar, Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA sekaligus Wakil Ketua MPKS Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam Pengajian Bulanan bagi Guru dan Karyawan di lingkungan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran Lama, Jumat (28/8/2026).

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Kegiatan yang mengangkat tema “Strategi Manajemen Guru Muhammadiyah dalam Mencetak Pelajar Berkemajuan” tersebut digelar di Masjid Al Ikhsan Perguruan Muhammadiyah Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dan diikuti lebih dari 200 peserta.

Faozan mengatakan, perubahan teknologi yang berlangsung cepat menuntut guru untuk terus belajar dan memperbarui kemampuan. Namun, kemampuan beradaptasi dengan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai, karakter, dan keteladanan.

Menurutnya, guru Muhammadiyah perlu memiliki visi yang jelas, berpegang teguh pada nilai Al-Qur’an, Sunnah, dan Kemuhammadiyahan, terbuka terhadap semangat tajdid, mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, serta menjadi contoh bagi peserta didik.

“Guru Muhammadiyah harus menjadi pembelajar sepanjang hayat dan pembaca zaman. Teknologi boleh berubah, tetapi nilai dan keteladanan tidak boleh hilang,” ujar Faozan.

Untuk memperkuat peran tersebut, Faozan menawarkan enam prinsip strategis yang dapat menjadi pedoman guru Muhammadiyah, yakni Vision, Value, Tajdid, Technology, Teladan, dan Action.

BACA JUGA :  FGM Purworejo Sukses Gelar Jalan Sehat dan Senam Anak Indonesia Hebat, Satukan Semangat Guru Muhammadiyah

Menurutnya, keenam prinsip tersebut perlu diterapkan secara terpadu agar pendidikan Muhammadiyah mampu melahirkan pelajar yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga iman, ilmu, akhlak, daya pikir kritis, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Ia menilai perkembangan AI seharusnya tidak dipandang semata-mata sebagai ancaman bagi dunia pendidikan. Teknologi tersebut justru dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran selama penggunaannya tetap berada dalam kerangka etika dan nilai-nilai yang benar.

Karena itu, guru perlu memahami teknologi sekaligus memiliki kemampuan untuk mengarahkan peserta didik agar menggunakan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.

“Guru Muhammadiyah harus menjadi guru yang berkemajuan: kuat nilai, luas ilmu, terbuka terhadap perubahan, cerdas menggunakan teknologi, dan nyata amalnya,” katanya.

Faozan menegaskan bahwa kualitas sekolah sangat ditentukan oleh kualitas guru. Guru yang terus berkembang akan mampu melahirkan peserta didik yang memiliki kesiapan menghadapi perubahan sekaligus tetap memiliki pijakan moral.

“Sekolah berkemajuan lahir dari guru berkemajuan; guru berkemajuan melahirkan pelajar berkemajuan; dan pelajar berkemajuan akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang berkemajuan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCM Kebayoran Lama Ahmad Jahid mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mensyukuri berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.

Menurutnya, rasa syukur perlu diwujudkan tidak hanya melalui ucapan, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas pengabdian dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

“Sebab dengan bersyukur nikmatnya akan ditambah oleh Allah SWT,” ujar Ahmad Jahid.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PCM Kebayoran Lama Ahmad Jahid, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kebayoran Lama Tadjuddin Nur, serta Daliman Sofyan dari PWM DKI Jakarta.

Pengajian tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas sekaligus refleksi bagi guru dan karyawan Muhammadiyah agar semakin siap menghadapi perubahan dunia pendidikan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, guru diharapkan tetap menjadi figur yang menghadirkan ilmu, keteladanan, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan.