Jambore MCC LKSA Ke-3 Panti Asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah Resmi Dibuka di Banyumas

Sejarah Panti Asuhan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah

WARTAMU.ID, Banyumas – Hari ini, Jambore MCC LKSA Ke-3 Panti Asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah resmi dibuka di Bumi Perkemahan Wana Wisata Palawi Baturraden, Banyumas pada Selasa (25/6/2024). Acara ini menghadirkan panti asuhan dari seluruh Jawa Tengah dengan tujuan utama untuk membangun karakter dan memberikan pengalaman edukatif bagi anak-anak panti asuhan.

Ketua Panitia Jambore, H. Sismanan, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya jambore ini sebagai ajang silaturahmi dan peningkatan kapasitas bagi anak-anak panti asuhan.

“Jambore ini bukan hanya tentang rekreasi, tetapi juga tentang membangun karakter dan memberikan pengalaman edukatif bagi anak-anak asuh kita,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, M. Djohar A.S., M.Pd., mengapresiasi partisipasi aktif dari seluruh panti asuhan yang terlibat.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen kita dalam memberikan yang terbaik bagi generasi muda, terutama mereka yang berada di bawah naungan panti asuhan,” katanya.

Terpisah, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Assoc. Prof. Dr. Jebul Suroso, juga menyampaikan pandangannya tentang pentingnya peran panti asuhan dalam pendidikan dan pengembangan anak-anak.

“Panti asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak yang lebih baik. Kami di UMP mendukung penuh kegiatan seperti jambore ini,” ungkapnya.

Sejarah Panti Asuhan Muhammadiyah

Panti asuhan di Indonesia memiliki sejarah panjang yang berakar sejak tahun 1619, ketika panti asuhan dengan sistem pengasuhan filosofi Kristiani didirikan di Balai Kota (Studhuis), yang kini menjadi Museum Sejarah Jakarta. Pada tahun 1832, didirikan panti asuhan The English Orphan Asylum oleh Mr. Rev Walter Medhurst, berlokasi di Gereja Inggris, Jalan Parapatan, Jakarta Pusat.

Pada tahun 1921, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, yang dahulu dikenal sebagai Hoofbestuur, mendirikan panti asuhan yang menyantuni anak yatim, piatu, yatim piatu, dan anak dhuafa baik putra maupun putri. Panti Asuhan Yatim (PAY) tersebut didirikan pada masa kepemimpinan K.H. Ahmad Dahlan.

Tahun 1928, pada masa kepemimpinan K.H. Ibrahim, Panti Asuhan Yatim di lingkungan Muhammadiyah dipisah menjadi dua: PAY khusus putra dan PAY khusus putri, masing-masing menyantuni dan mengasuh anak yatim, piatu, dan anak dhuafa sesuai jenis kelamin.

BACA JUGA :  Awas Jangan Pakai Baju dengan Dua Warna Ini Saat Foto SIM, Polisi Beberkan Alasannya

Harapan dari Jambore MCC

Melalui jambore ini, para peserta diharapkan dapat merasakan kebersamaan, belajar mandiri, dan menjadi pribadi yang tangguh. Dengan adanya berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, anak-anak panti asuhan diharapkan dapat memperoleh wawasan baru, keterampilan praktis, dan nilai-nilai moral yang positif.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang untuk mengasah keterampilan, memperluas wawasan, dan menanamkan nilai-nilai positif dalam diri anak-anak,” ujar Prof. Mu’ti dalam sambutannya.

Acara ini menjadi bukti komitmen Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam memberikan dukungan penuh dan bimbingan yang tepat untuk anak-anak panti asuhan, demi meraih masa depan yang lebih baik.