Koto Mesjid, 2 September 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 123 melaksanakan kegiatan penataan dan pengembangan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lahan yang berada di sebelah BUMDes Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMRI dalam memanfaatkan lahan yang tersedia agar menjadi ruang hijau yang lebih tertata, asri, sekaligus memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan pembersihan dan penataan area taman, mempersiapkan media tanam, serta menanam berbagai jenis tanaman yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Adapun tanaman yang ditanam meliputi temulawak, kencur, kunyit, serai, jahe, sirih, lengkuas, lidah mertua, daun pandan, dan cabai.
Pemilihan tanaman tersebut tidak hanya mempertimbangkan aspek penghijauan, tetapi juga nilai manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah tanaman seperti temulawak, kencur, kunyit, jahe, serai, sirih, dan lengkuas dikenal dapat dimanfaatkan sebagai tanaman herbal maupun bahan kebutuhan rumah tangga. Sementara itu, lidah mertua, pandan, dan cabai turut memperkaya jenis tanaman sekaligus memberikan fungsi tambahan bagi lingkungan taman.
Proses penataan Taman TOGA dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat gotong royong. Mahasiswa KKN UMRI menata area dan posisi tanaman agar lebih rapi, nyaman dipandang, serta mudah dirawat.
Lebih dari sekadar ruang hijau, keberadaan Taman TOGA diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sederhana bagi masyarakat, khususnya dalam mengenal berbagai tanaman yang memiliki manfaat dan dapat dibudidayakan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, pemanfaatan lahan tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar.
Mahasiswa KKN UMRI berharap Taman TOGA tersebut dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Koto Mesjid sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk meninggalkan jejak pengabdian yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat setelah pelaksanaan KKN berakhir.









