Mempersiapkan Pemimpin Daerah Masa Depan, Prodi Ilmu Pemerintahan Unbara Hadirkan Guru Besar Universitas Lampung

Mempersiapkan Pemimpin Daerah Masa Depan, Prodi Ilmu Pemerintahan Unbara Hadirkan Guru Besar Universitas Lampung

WARTAMU.ID, Baturaja, OKU (Sumsel)- Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Hukum Universitas Baturaja kembali melanjutkan rangkaian Kuliah Tamu dengan menghadirkan Prof. Dr. Feni Rosalia, S.IP., M.Si., Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung. Kegiatan yang mengangkat tema “Kepemimpinan Pemerintahan dan Masa Depan Pembangunan Daerah” tersebut berlangsung di Aula Syafaruddin Alwi, Gedung Pascasarjana Universitas Baturaja dan diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang terdiri atas dosen serta mahasiswa Semester IV dan Semester VI Program Studi Ilmu Pemerintahan. Kamis, (04/06/2026).

Kuliah tamu ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Program Studi Ilmu Pemerintahan dalam memperkuat kapasitas akademik mahasiswa untuk memahami berbagai tantangan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah di masa depan. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi pemerintahan saat ini yang dihadapkan pada perubahan lingkungan strategis, transformasi digital, keterbatasan fiskal daerah, serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik dan pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Prof. Feni Rosalia mengawali diskusi dengan menjelaskan bahwa masa depan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan kepala daerah dalam mengelola berbagai perubahan yang terjadi pada sistem pemerintahan Indonesia. Menurutnya, meskipun daerah memiliki kewenangan otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahannya sendiri, dalam praktik pembangunan saat ini terdapat kecenderungan semakin kuatnya sinkronisasi antara agenda pembangunan daerah dengan program-program strategis nasional.

Ia menjelaskan bahwa kepala daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Di satu sisi mereka harus mampu mewujudkan visi pembangunan daerah yang telah dijanjikan kepada masyarakat, namun di sisi lain harus menyesuaikan berbagai kebijakan nasional yang masuk ke dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. Situasi tersebut menciptakan ruang kepemimpinan yang semakin kompleks dan membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi.
Prof. Feni menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin daerah dalam menjaga keseimbangan antara prioritas lokal dan agenda nasional. Oleh karena itu, kepala daerah dituntut memiliki kapasitas kepemimpinan yang visioner, strategis, kolaboratif, dan mampu membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

BACA JUGA :  Santri MBS Wanasari Raih Juara I MAPSI Brebes, Siap Tampil di Tingkat Provinsi

Salah satu gagasan utama yang disampaikan dalam kuliah tamu tersebut adalah konsep Regional Priority Steward Leadership, yaitu model kepemimpinan yang menempatkan kepala daerah sebagai penjaga prioritas pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal dan tekanan berbagai agenda nasional. Dalam perspektif ini, kepala daerah tidak hanya menjalankan fungsi administratif pemerintahan, tetapi juga berperan sebagai penjaga mandat masyarakat, penerjemah kebijakan nasional, negosiator hubungan pusat dan daerah, pengarah birokrasi, serta komunikator kebijakan kepada publik.

Lebih lanjut, Prof. Feni menjelaskan bahwa kepala daerah masa depan harus mampu menerjemahkan berbagai program nasional agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah masing-masing. Kemampuan tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa pembangunan yang dilaksanakan tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan arah pembangunan nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Selain membahas aspek kepemimpinan, narasumber juga menyoroti sejumlah tantangan yang akan dihadapi pemerintah daerah pada masa mendatang, mulai dari penguatan ekonomi lokal, transformasi digital birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengelolaan sumber daya daerah, hingga upaya menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, tantangan tersebut hanya dapat dihadapi melalui kepemimpinan yang adaptif dan mampu mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, perguruan tinggi, dan berbagai elemen pembangunan lainnya.

Kuliah Tamu dengan menghadirkan Prof. Dr. Feni Rosalia, S.IP., M.Si., Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme peserta. Pada sesi diskusi, mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai dinamika hubungan pemerintah pusat dan daerah, strategi kepala daerah dalam mempertahankan prioritas pembangunan lokal, tantangan pengelolaan fiskal daerah, serta model kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan lingkungan pemerintahan yang semakin dinamis.

Diskusi yang berlangsung memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara kepemimpinan publik, kebijakan pemerintahan, dan pembangunan daerah. Selain memperkaya wawasan teoritis, kegiatan ini juga memberikan gambaran empiris mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang efektif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Baturaja berharap mahasiswa semakin memiliki perspektif yang kritis dan komprehensif dalam memahami isu-isu kepemimpinan publik dan pembangunan daerah. Penguatan wawasan akademik melalui kuliah tamu menjadi bagian dari komitmen program studi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kapasitas intelektual, kemampuan analisis kebijakan, serta karakter kepemimpinan yang kuat dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan di masa depan.

BACA JUGA :  Haedar Nashir Hadiri Groundbreaking KHA Dahlan Tower 20 Lantai UMC Cirebon, Tegaskan Muhammadiyah Harus Maju di Luar Zona Nyaman

Menutup pemaparannya, Prof. Feni Rosalia menegaskan bahwa keberhasilan otonomi daerah pada akhirnya sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan yang dimiliki daerah. Menurutnya, masa depan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan sumber daya yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin daerah dalam menjaga kepentingan masyarakat serta mengarahkan pembangunan secara visioner dan berkelanjutan.