WARTAMU.ID, Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meraih penghargaan atas Tata Kelola Keuangan Anggota PGRI Kabupaten Way Kanan Tahun 2025 pada ajang Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) II PGRI Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia di Golden Boutique Hotel, Kamis (16/04/2026).
Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kik Christianto Z, mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan yang juga Ketua PGRI Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi.
Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Way Kanan bersama PGRI dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang akuntabel, transparan, dan profesional, khususnya dalam pengelolaan keuangan anggota.
Dari sisi PGRI Way Kanan, penghargaan tersebut dimaknai sebagai hasil dari semangat kebersamaan dan kedisiplinan seluruh anggota dalam membangun organisasi yang sehat dan terpercaya. Pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga mencerminkan integritas dan tanggung jawab moral organisasi profesi guru kepada anggotanya.
Sekretaris Daerah Machiavelli Herman Tarmizi menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran PGRI Way Kanan dalam menjaga integritas organisasi.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan tata kelola organisasi yang lebih baik, sekaligus memperkuat peran PGRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, PGRI Way Kanan berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas guru melalui berbagai program pembinaan, penguatan kompetensi, serta mendorong kesejahteraan anggota sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Konkernas II PGRI Tahun 2026 diikuti oleh 1.015 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pengurus besar, perangkat kelengkapan pusat, pengurus provinsi dan kabupaten/kota, lembaga pendidikan PGRI, hingga IGTKI PGRI se-Indonesia.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, dengan agenda utama peluncuran program “Gerakan Nasional 1 Juta Guru” guna mendorong terwujudnya guru yang profesional dan adaptif.
Mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju”, Konkernas ini menjadi forum strategis dalam menyatukan arah kebijakan organisasi serta memperkuat peran PGRI dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Selain itu, forum juga membahas sejumlah isu penting, seperti penyelesaian status guru honorer, perlindungan hukum profesi guru, serta peningkatan kesejahteraan dan kompetensi tenaga pendidik.
Dalam hasil rekomendasinya, Konkernas II PGRI Tahun 2026 menghasilkan tujuh poin penting, antara lain mendorong pembukaan kembali rekrutmen guru melalui jalur CPNS, optimalisasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD, percepatan sertifikasi guru non-ASN, hingga jaminan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik.
Bagi PGRI Way Kanan, keikutsertaan dalam forum nasional ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi organisasi, tetapi juga memperkuat komitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.












