WARTAMU.ID, Ngawi – Fajar Riza Ul Haq selaku Wakil Menteri pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikan anak sejak usia dini. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengajian Syawal yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Ngawi, yang dirangkaikan dengan peluncuran TK ABA unggulan di Kabupaten Ngawi, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 700 peserta tersebut juga dihadiri oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. Dalam kesempatan itu, Fajar menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Ngawi terhadap pengembangan pendidikan berbasis masyarakat, termasuk bantuan pemerintah daerah untuk pembangunan Gedung Islamic Centre Muhammadiyah Ngawi.
“Ini contoh sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam memajukan pendidikan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Fajar menekankan bahwa pendidikan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan keluarga dan masyarakat. Ia merujuk pada konsep Tri Sentra Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yang menempatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai satu kesatuan dalam proses pembentukan karakter anak.
“Keluarga adalah kunci. Penentu generasi emas 2045 sejatinya ada di rumah. Interaksi orang tua dan anak menjadi fondasi utama di tengah tantangan era digital saat ini,” tegasnya.
Ia juga mengutip kajian World Bank dalam buku Building Human Capital Where It Matters, yang menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak hanya dibentuk di sekolah, tetapi juga di rumah serta lingkungan sosial tempat anak tumbuh.
Menurutnya, tantangan literasi di Indonesia masih cukup besar. Banyak anak mampu membaca, namun belum memahami isi bacaan secara mendalam. Oleh karena itu, budaya membaca perlu dibangun sejak dini di lingkungan keluarga.
Dalam konteks tersebut, peran ‘Aisyiyah dinilai semakin strategis. Melalui konsep Keluarga Sakinah, organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut menempatkan keluarga sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter anak di tengah kompleksitas tantangan pengasuhan modern.
“‘Aisyiyah memiliki keunggulan karena basisnya keluarga, sehingga mampu membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dari rumah hingga sekolah,” tambahnya.
Ia juga menyoroti peran lembaga pendidikan anak usia dini yang dikelola ‘Aisyiyah, yaitu Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA), yang telah menunjukkan kiprah luas tidak hanya di daerah mayoritas Muslim di Indonesia, tetapi juga di berbagai wilayah hingga luar negeri, seperti keberadaan TK ABA di Mesir.
Dalam kerangka kebijakan nasional, Fajar menjelaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto terus memperkuat pendidikan berkeadilan bagi sekolah negeri maupun swasta. Ia juga menyebut bahwa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong penguatan peran guru, termasuk revitalisasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Di sisi lain, Fajar menambahkan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik semata, tetapi juga keterampilan hidup yang dibangun melalui pendidikan keluarga, sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai riset dari Harvard University.
Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamen Fajar yang dinilai menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memajukan pendidikan, termasuk melalui penguatan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Ngawi.
Menutup arahannya, Fajar menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam membangun sistem pendidikan yang kuat.
“Pendidikan adalah kerja bersama. Keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus berjalan seiring dalam semangat partisipasi semesta untuk melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya.












