Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Respon Cepat MDMC Muhammadiyah Ende Tanggap Erupsi Gunung Lewotobi: Layanan Medis dan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak

Tim medis MDMC memberikan layanan kesehatan secara cuma-cuma, meliputi pemeriksaan tanda vital, konsultasi keluhan medis, pemeriksaan dokter umum, hingga pembagian obat-obatan

WARTAMU.ID, Ende, NTT — Sebagai wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana, Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (MDMC) menerjunkan tim medis dari Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende untuk melakukan respon tanggap darurat akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Juni 2025, menyasar masyarakat terdampak di sekitar kaki gunung dan sejumlah titik pengungsian.

Letusan Gunung Lewotobi membawa dampak signifikan bagi warga. Abu vulkanik tebal menyelimuti permukiman, memicu gangguan kesehatan, serta merusak berbagai fasilitas hunian. Meski lokasi bencana berada di kabupaten yang berbeda, namun karena masih berada dalam satu wilayah daratan, Klinik Muhammadiyah Ende dengan sigap mengerahkan tim medis untuk menjangkau masyarakat terdampak.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Tim medis MDMC memberikan layanan kesehatan secara cuma-cuma, meliputi pemeriksaan tanda vital, konsultasi keluhan medis, pemeriksaan dokter umum, hingga pembagian obat-obatan. Tidak hanya itu, tim juga membagikan masker untuk melindungi sistem pernapasan dari paparan abu vulkanik, serta paket sembako guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Layanan dukungan psikososial turut diberikan untuk memperkuat ketahanan mental masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana.

“Kami melihat pentingnya kehadiran layanan kesehatan yang cepat dan terkoordinasi dalam situasi seperti ini. Masyarakat sangat antusias, bahkan ada yang datang dari luar lokasi pengungsian untuk mendapatkan layanan,” ujar salah satu anggota tim medis.

Situasi di wilayah Boru dan sekitarnya hingga kini masih diliputi abu vulkanik tebal. Pemerintah setempat telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menjauhi zona rawan. Dalam kondisi tersebut, ancaman terhadap kualitas udara dan rusaknya sarana tempat tinggal menjadi perhatian utama, sehingga keberadaan tim medis sangat dibutuhkan.

BACA JUGA :  Pilu, Ibu Korban Tanah Longsor Di Banjit Peluk Anaknya Sampai Akhir Hayat

Meski menghadapi tantangan akses jalan yang tertutup abu dan medan menuju pengungsian yang cukup sulit, tim MDMC tetap melanjutkan misi kemanusiaan dengan penuh dedikasi. Semangat membantu sesama dan panggilan dakwah kemanusiaan menjadi motivasi utama di tengah keterbatasan.

Aksi ini membuktikan kesiapan jejaring Muhammadiyah dalam merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisir. MDMC menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan serta menyiapkan langkah intervensi lanjutan jika situasi darurat masih berlanjut.

Dengan semangat fastabiqul khairat, MDMC kembali menunjukkan bahwa solidaritas dan keberpihakan kepada korban bencana bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata yang membawa harapan bagi masyarakat di tengah krisis.