Seorang Pelaut Harus Memilik Sertifikat Dasar, Diklat Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Perhubungan Digelar

Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) oleh Kementrian Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut Jakarta

WARTAMU.ID, Tuban (Jawa Timur) – Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) oleh Kementrian Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut Jakarta resmi dibuka secara Luring dengan perserta terbatas dan daring via zoom meeting. Senin (7/2/2022).

Upacara pembukaan diikuti oleh peserta Diklat yang merupakan Taruna SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, dipimpin langsung oleh Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL), Asmul Khairi, didampingi Kepala SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, Suyanto dan disaksikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tuban, Nurul Yakin via zoom.

Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) oleh Kementrian Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut Jakarta

Asmul Khairi dalam sambutan menyampaikan rasa bangga dan bahagia bisa menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan milik organisasi Muhammadiyah yang tidak diragukan lagi dalam mengelola dunia pendidikan.

“Kami merasa bahagia turut membantu SMK Pelayaran milik Muhammadiyah untuk menyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini. Harapannya jalinan kerja sama ini terus berlanjut,”ucapnya.

Khairi menegaskan, seorang pelaut harus memiliki sertifikat dasar, di antaranya, BST, SAT dan AFF demi keselamatan kerja khusunya di laut. Oleh karena itu, Diklat ini menjadi wajib untuk diikuti oleh calon pelaut.

Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) oleh Kementrian Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut Jakarta

Kepada peserta Diklat Khairi berpesan untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid.

Kepala SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, Suyanto mengatakan, sekolah yang dipimpinnya menjadi satu-satunya sekolah yang digandeng oleh BPPTL pada Diklat kali ini.

“Terimakasih atas terfasilitasinya anak didik kami oleh BPPTL dan juga kepada Pimpinan Pusat , Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang selalu mensuport kami,”ucapnya.

Suyanto juga berharap kerja sama ini terus berlanjut sehingga seluruh anak didiknya bisa memperoleh sertifikat dasar pelaut, mengingat kerja samanya dengan Politeknik Pelayaran Surabaya dalam menyelenggarakan Diklat yang sama, namun kuotanya terbatas.

“Dengan jalinan kerja sama ini, semoga semua anak didik kami bisa memiliki sertifikat BST, SAT dan AFF secara gratis,”harapnya.

Pada Diklat kali ini, SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban mengirim tarunanya sebanyak 30 orang. Adapun pembelajaran menggunakan metode teori melaui zoom dan prakteknya dilaksanakan di BPPTL Jakarta.

Iwan Abdul Gani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *