Sudah Tahu ? Beda Baju Siaga, Penggalang, dan Penegak, Berikut Penjelasannya

Ilustrasi : Jufri Derwotubun dari Pixabay

WARTAMU.ID – Hari ini, 14 Agustus 2021 diperingati sebagai Hari Pramuka ke-60 di Indonesia. Wah, sudah lama juga ya peringatan istimewa ini lahir, dikutip dari haibunda.com

Mengutip laman resmi Museum Sumpah Pemuda, awal Organisasi Pramuka di Indonesia ditandai dengan munculnya cabang milik Belanda dengan nama Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO) pada 1912.

Namun, melihat semakin banyaknya organisasi pramuka milik Indonesia, Belanda melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda, Bunda. Pada 1960 pemerintah dan MPRS berupaya untuk membenahi organisasi kepramukaan.

Pada 30 Juli 1961 bertempat di Istora Senayan, seluruh tokoh-tokoh kepanduan Indonesia menyatakan menggabungkan diri dengan organisasi gerakan Pramuka, dan hari bersejarah ini disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

Pada 14 Agustus 1961 dilakukan MAPINAS (Majelis Pimpinan Nasional) yang diketuai oleh Presiden Soekarno, wakil ketua I Sultan Hamengkubuwono XI, dan wakil ketua II Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh.

Ditandai dengan penyerahan panji-panji pramuka oleh Presiden Soekarno kepada tokoh-tokoh pramuka dihadiri oleh ribuan anggota pramuka unuk memperkenalkan gerakan Pramuka kepada Masyarakat, maka peristiwa ini dikenal sebagai hari lahir Pramuka yang sampai saat ini masih diperingati.

Cukup menarik ya sejarah singkat Hari Pramuka di Indonesia. Nah, untuk pengetahuan tambahan, kali ini wartamu.id membahas perbedaan pakaian seragam Siaga, Penggalang, dan Penegak.

Apa sih bedanya? Berikut bedanya, dikutip dari Petunjuk Penyelenggaraan Seragam Pramuka Kwartir Nasional:

Pakaian seragam harian Pramuka Siaga terdiri dari:

  1. Tutup kepala berwarna coklat tua yang berbentuk topi joki yang terdiri dari lima potongan. Bagian atas diberi bulatan sebagai hiasan, bergaris. Bagian belakang diberi elastik.
  2. Baju berwarna coklat muda, lengan pendek, memakai lidah bahu, kerah model shiller. Memakai lipatan hiasan melintang di dada selebar 2 cm. Lengan baju diberi dua lis warna coklat. Panjangnya sampai garis pinggul, dipakai di luar rok/celana.
  3. Roknya berwarna coklat tua, memakai ban pinggang karet. Bagian depan dan belakang tanpa lipatan, hanya menggunakan kupnat, panjang 5 cm di bawah lutut. Sementara, untuk celana panjangnya sampai lutut dan ada saku timbul di samping kanan kiri.
  4. Setangan leher dibuat dari bahan warna merah dan putih, berbentuk segitiga sama kaki, dikenakan dengan cincin setangan leher.
  5. Kaos kaki berwarna hitam, sepatu warna hitam.
  6. Tanda pengenal berupa tanda topi dan papan nama dikenakan baju bagian depan kanan di atas lipatan.

Sementara, pakaian seragam harian Pramuka Penggalang terdiri dari:

  1. Tutup kepala putri dibuat dari kain laken/beludru, warna coklat tua, dan berbentuk topi bulat. Sementara untuk putra berbentuk baret.
  2. Baju lengan pendek, kerah model dasi, memakai dua saku tempel di dada kanan dan kiri, dan dimasukkan ke dalam rok atau celana.
  3. Untuk rok dan celana, sama seperti siaga.
  4. Setangan leher berbentuk segitiga warna putih, sisi panjang 100-120 cm dengan sudut bawah 90 derajat. Sama seperti Siaga, mengenakan cincin setangan leher dan dikenakan di bawah kerah baju.
  5. Kaos kaki dan sepatu sama-sama hitam.
  6. Tanda pengenal pada topi, bagian depan tengah. Papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas saku.

Untuk pakaian seragam harian Pramuka Penegak, terdiri dari:

  1. Tutup kepala sama seperti penggalang. Putri berbentuk bulat, putra berbentuk baret.
  2. Baju lengan pendek warna coklat muda, model prinses di bagian depan dan belakang untuk putri. Terdapat dua saku di bagian depan bawah kanan dan kiri. Bajunya tanpa ban pinggang, dan dikenakan di luar rok. Sementara putra, seperti kemeja lengan pendek biasa. Lalu, sakunya berada di bagian dada kanan dan kiri. Baju dimasukkan ke dalam celana.
  3. Rok model A, dengan lipatan tertutup di bagian belakang, memakai saku dalam di samping kanan kiri, panjang rok 10 cm di bawah lutut. Sementara pria mengenakan celana panjang dengan saku tempel di bagian depan kanan dan kiri, serta saku dalam di samping kanan dan kiri.
  4. Setangan leher bentuknya sama dan memakai ring seperti siaga dan penggalang. Namun, sisi panjang 120-130 cm dengan sudut bawah 90 derajat.
  5. Kaos kaki dan sepatu sama-sama hitam.
  6. Tanda pengenal sama seperti seragam penggalang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *