Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.
OPINI  

Lulus UKW Bukan Jaminan,Wartawan Sumenep Harus Lulus SETIR BMW

WARTAMU.ID Di tengah semakin tingginya tuntutan profesionalisme pers, lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sering dipandang sebagai tolok ukur kualitas seorang jurnalis. Padahal, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sertifikat kompetensi bukan satu-satunya ukuran integritas dan independensi seorang wartawan.

Di Sumenep, tantangan yang sesungguhnya justru sering muncul setelah UKW selesai. Tantangan itu bukan lagi soal teknik menulis berita, memahami kode etik, atau melakukan verifikasi informasi. Tantangan terbesar adalah bagaimana wartawan mampu mengendalikan dirinya ketika berhadapan dengan berbagai kepentingan politik,ekonomi,maupun kekuasaan.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Karena itu, muncul istilah satir: BMW (Bagian Mengendalikan Wartawan). Bukan kendaraan mewah, melainkan ujian mental. Seberapa kuat seorang wartawan tetap kritis ketika mendapat akses istimewa? Seberapa teguh ia menjaga independensi ketika berhadapan dengan relasi yang dekat dengan narasumber? Dan seberapa berani ia tetap menulis fakta ketika tekanan datang dari berbagai arah?

Dalam praktiknya,godaan terhadap wartawan tidak selalu berbentuk uang. Kadang berupa kedekatan, fasilitas, perjalanan dinas, jabatan organisasi, hingga janji akses eksklusif. Semua itu dapat memengaruhi cara pandang seorang jurnalis jika tidak disikapi dengan kedewasaan profesional.

Di sisi lain, masyarakat juga semakin cerdas. Publik mampu membedakan mana berita yang lahir dari proses jurnalistik yang sehat dan mana yang lebih menyerupai promosi berkedok pemberitaan. Kepercayaan publik menjadi modal utama media. Sekali hilang, sertifikat UKW pun tidak akan mampu mengembalikannya.

Lulus UKW tentu penting. Kompetensi harus terus ditingkatkan agar produk jurnalistik berkualitas. Namun, kompetensi tanpa integritas hanya akan menghasilkan wartawan yang mahir secara teknis, tetapi lemah dalam menjaga independensi.

BACA JUGA :  Momentum Peringatan Sumpah Pemuda, Pemuda Muhammadiyah Ajak Untuk Tidak Melupakan Sejarah

Pada akhirnya,wartawan tidak hanya diuji saat mengikuti UKW, tetapi setiap hari saat menjalankan profesinya. Ujian sebenarnya adalah ketika ia mampu berkata “tidak” terhadap intervensi, tetap berpihak pada fakta, dan menjaga jarak yang proporsional dengan semua pihak.

Maka, jika UKW adalah bukti kemampuan, “lulus BMW” adalah bukti kedewasaan. Sebab, wartawan yang benar-benar profesional bukan hanya pandai menulis berita, melainkan juga mampu mengendalikan dirinya agar tidak dikendalikan oleh kepentingan siapa pun.

*****