WARTAMU.ID, Lampung – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan bersama Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Futri Zulya Savitri, yang akrab disapa Putri Zulhas, menghadiri pembukaan Tanwir Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) pada Senin (16/12/2024) di Gedung Serba Guna Universitas Lampung.
Acara ini dihadiri oleh kader IPM dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan memberikan motivasi kepada para kader agar berani, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan hidup.
Dalam salah satu momen yang mengejutkan, Zulkifli Hasan meminta kader IPM yang merasa berani dan mandiri untuk naik ke panggung. Dari ratusan peserta, hanya enam kader yang memberanikan diri. Mereka masing-masing diberi hadiah uang tunai sebesar Rp2 juta untuk membeli buku.
“Hidup itu pilihan, terserah kalian, jangan ikut-ikutan. Tinggikan cita-citamu, kamu bisa, tapi mesti berani. Hidup itu mesti ada tantangan, selama manusia hidup pasti ada tantangannya,” ujar Zulkifli.
Ia menekankan bahwa masa depan setiap individu ada di tangan masing-masing. “Muhammadiyah menyibukkan kalian, mendidik, memberikan sarana, tetapi pilihan tetap ada di anak-anakku sekalian. Kamu mau menjadi apa, masa depanmu mau seperti apa, kalian yang menentukan,” tambahnya.
Zulkifli juga menyampaikan pentingnya kemandirian sejak usia muda. Ia mengingatkan bahwa lulusan SMA yang masih bergantung kepada orang tua sulit mencapai kesuksesan besar.
“Zaman sekarang, kalau kamu sudah lulus SMA, tangannya masih di bawah, ketinggalan. Sulit untuk menjadi orang sukses sekali, kalau sukses mungkin. Sekarang usia 18 tahun, 19 tahun, 25 tahun sudah menjadi konglomerat, karena semua mudah, semua terbuka, persaingan terbuka,” jelasnya.
Selain memberikan motivasi, Zulkifli juga memaparkan perannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan. Ia menegaskan komitmennya untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan seperti beras, garam, jagung, dan gula.
“Tahun depan, kita tidak impor beras. Kita tidak impor garam lagi, tidak impor jagung lagi, tidak impor gula untuk konsumsi. Kita usaha dulu, kerja keras dulu, beli dengan harga yang bagus. Kalau masih kurang baru impor. Jangan sedikit-sedikit impor,” ujarnya.
Zulkifli menekankan dua program utama yang tengah digalakkan pemerintah: optimalisasi sawah dan pengembangan perkebunan rakyat. “Sawah-sawah yang ada kita perbaiki, kemudian perkebunan rakyat seperti kopi, lada, cengkeh, cokelat kita kembangkan. Karena kalau bagus dan bibitnya unggul, perkebunan rakyat sangat menguntungkan,” tutupnya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulhas juga hadir memberikan dukungannya kepada generasi muda Muhammadiyah yang mengikuti Tanwir IPM ini. Acara tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berani, inovatif, dan mandiri dalam membangun bangsa.
Tanwir IPM menjadi momentum penting untuk memotivasi generasi muda dalam menghadapi tantangan global sekaligus memanfaatkan potensi dalam negeri secara optimal.












