TECHNO  

Ternyata Jahe Tertulis dalam Al-Qur’an sebagai Bahan Minuman Surga

Ilustrasi : Joseph Mucira/pixabay

WARTAMU.ID, Jakarta – Karena kandungan antioksidannya, jahe disebut-sebut dapat melawan COVID-19. Dalam Al-Qur’an jahe bahkan tercatat sebagai bahan minuman surga.

Jahe merupakan tumbuhan jenis rimpang yang juga dikenal dengan nama latin Zingiber officinale. Jahe biasanya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Namun, karena nutrisinya, jahe juga sering dijadikan obat alami, dikutip dari food.detik.com

Selama masa pandemi COVID-19, kepopuleran jahe pun meningkat. Jahe diklaim dapat melawan virus corona. Itu karena ada kandungan antioksidan seperti polifenol yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh.

Bukan hanya itu, di dalam jahe juga menyimpan kandungan gingerol yang berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan kandungan ekspektoran yang dapat melegakan tenggorokan dan dada.

Dari itulah, jahe kini dimanfaatkan banyak orang untuk mencegah penularan COVID-19. Khasiat jahe juga tertulis dalam kitab suci Al-Qur’an dan disebutkan bahwa jahe adalah campuran minuman di surga.

Hal tersebut tertuang dalam Al-Qur’an surah Al Insan ayat 17:

“Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe,” (QS: Al Insan: 17).

Dikutip dari Hidayatullah.com (04/05/15) dalam Tafsir Nurul Qur’an oleh Sayyid Kalam Faqih, beliau mengutip dari perkataan Ibnu Abbas bahwa:

“Kenikmatan-kenikmatan yang telah disebutkan Allah dalam al Qur’an adalah yang namanya kita kenal. Misalnya, Dia menyebutkan minuman segar di campur zanjabil,”.

Zanjabil adalah nama untuk rimpang jahe, yaitu tanaman akar-akaran yang aromanya sangat disukai oleh orang Arab (Faqih, 2006:52).

Nabi Muhammad SAW sendiri pun juga memanfaatkan jahe dan menganggap sebagai tumbuhan yang sangat penting. Hal tersebut pernah dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Sa’id Al Khudri:

“Raja Romawi pernah menghadiahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam satu bejana berisi jahe. Beliau memberikan kepada setiap orang satu potong untuk dimakan dan aku juga mendapatkan satu potong untuk kumakan,” (HR: Abu Nuaim)

Nutrisi dan khasiat jahe memang sudah kenal sejak ratusan tahun lalu. Seorang tabib dan ahli kesehatan pada awal masal Islam bernama Ibnu Masawih pernah menyebutkan kegunaan jahe untuk kesehatan tubuh.

Kala itu jahe dimanfaatkan sebagai obat gangguan kesehatan hati, meningkatkan vitalitas pria, mengatasi masalah lambung dan memperlancar sistem pencernaan.

Selain itu, jahe juga berkhasiat untuk mensterilkan organ mulut. Bahkan sejarah mencatat bahwa jahe telah digunakan sejak zaman dahulu dan dikenal sebagai obat demam.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *