WARTAMU.ID, Aceh, 27 Juni 2025 — Sebanyak 17 sekolah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Provinsi Aceh menerima dana bantuan pendidikan dari Program Save Our School 2025, yang digagas oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Pimpinan Pusat. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional LAZISMU untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah yang membutuhkan penguatan sarana dan prasarana.
Dana bantuan ini diberikan kepada 300 sekolah Muhammadiyah secara nasional, dan 17 di antaranya berasal dari Aceh, yang masing-masing menerima Rp25 juta. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung renovasi ruang kelas dan perbaikan sarana sanitasi sekolah, guna memenuhi standar minimal proses belajar mengajar sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
Adapun 17 sekolah penerima di Aceh adalah:
-
TK ABA Arul Pertik, Aceh Tengah
-
TK ABA Blang Pas, Bener Meriah
-
SD Muhammadiyah Sigli
-
SMP IT Muhammadiyah Gandapura, Bireuen
-
SMA Muhammadiyah Kualasimpang, Aceh Tamiang
-
SD Muhammadiyah 1 Langsa
-
SMK Muhammadiyah Banda Aceh
-
TK ‘Aisyiyah Simpang Teritit, Bener Meriah
-
TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Simeulue Timur
-
KB Uswatun Hasanah, Simeulue Timur
-
PAUD IT Muhammadiyah Kota Juang, Bireuen
-
TK ABA Wonosari, Aceh Tamiang
-
TK ‘Aisyiyah, Aceh Utara
-
TK ‘ABA II Sihom, Aceh Besar
-
TK ‘Aisyiyah Gayo Lues, Blangkejeren
-
TK ABA I Indrapuri, Aceh Besar
-
TK ABA Labuhan Haji Timur, Aceh Selatan
Pimpinan LAZISMU Aceh, Firdaus D. Nyak Idin, menyampaikan bahwa program ini dikelola langsung oleh pihak sekolah penerima manfaat secara mandiri tanpa intervensi dari pihak luar. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut.
“Kami sangat bersyukur atas pelaksanaan kegiatan program ini. Program ini semakin memperkuat peran dan fungsi Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Di saat sekolah-sekolah membutuhkan biaya pengembangan, di saat itu pula LAZISMU hadir. Bantuan ini dirasa seperti oase di tengah padang pasir,” ungkap Firdaus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PP LAZISMU atas keberlanjutan komitmen dalam mendukung pendidikan, khususnya di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih.
“Mudah-mudahan ini bukan yang terakhir. Kami akan lihat dan monitoring proses maupun progresnya, mengidentifikasi kebutuhan lanjutan dan bentuk-bentuk kemajuan yang diharapkan. Kita akan terus berikhtiar untuk memperkuat usaha memajukan pendidikan untuk umat dan bangsa,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Firdaus D. Nyak Idin berharap agar seluruh sekolah penerima manfaat dapat mengelola dana dengan penuh tanggung jawab, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi peserta didik dan masyarakat sekitar.
“Semoga sekolah yang menerima manfaat ke depan bisa menjadi lebih baik dan terus bermanfaat untuk masyarakat,” tutupnya.
Program Save Our School 2025 menjadi bukti konkret peran LAZISMU dalam mengangkat mutu pendidikan berbasis keumatan, sekaligus memperkuat komitmen Muhammadiyah untuk hadir dalam menjawab persoalan-persoalan mendasar di sektor pendidikan.












