PPP Gagal Lolos ke Parlemen, Partai Islam Kehilangan Perwakilan di Senayan

Foto : Partai Persatuan Pembangunan

WARTAMU.ID, Jakarta, 22 Maret 2024 – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) harus menghadapi kenyataan pahit setelah gagal memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4% dalam pemilu 2024. Rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan bahwa PPP hanya berhasil meraih suara sebanyak 5.878.777 atau 3,87%, tidak mencukupi untuk mendapatkan kursi di Senayan.

Kegagalan PPP dalam pemilu kali ini menandai pertama kalinya sejak berdirinya pada tahun 1973 bahwa partai tersebut tidak dapat melenggang ke Senayan. Sebagai salah satu partai tertua di Indonesia, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi PPP, yang kalah bersaing dengan partai lain dalam merebut dukungan publik.

Dari 24 partai politik yang berpartisipasi dalam pemilu 2024, hanya delapan partai yang berhasil mengamankan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau lolos ke Senayan. Partai-partai tersebut antara lain PDI-Perjuangan, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKB, PKS, Demokrat, dan PAN.

Data menunjukkan bahwa dari empat partai Islam yang ikut serta dalam pemilu, hanya PKB dan PKS yang berhasil melampaui parliamentary threshold. PKB menjadi partai Islam dengan pendukung terbesar, meraih 16.115.655 suara atau 10,62%, sementara PKS memperoleh 12.781.353 suara atau 8,42%. Sedangkan PPP dan Partai Ummat tidak berhasil memenuhi ambang batas parlemen.

Meskipun populasi Islam yang besar di Indonesia seharusnya menjadi kekuatan bagi partai Islam, namun kenyataannya, partai-partai ini kalah dalam menarik dukungan massa dibandingkan dengan partai-partai Nasionalis seperti PDI-Perjuangan.

Sebagai informasi tambahan, beberapa tahun belakangan muncul wacana tentang penyatuan partai Islam untuk membentuk poros baru. Namun, saat ini, PKB, PKS, dan PPP, tiga partai besar yang identik dengan Islam, tetap berdiri secara terpisah.

Perbandingan suara dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang beragam bagi ketiga partai besar Islam tersebut. PKS, misalnya, mencatatkan peningkatan yang signifikan sejak pemilu 2004, sementara PPP mengalami penurunan yang cukup drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam konteks Pilpres, PKS dan PKB mendukung kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, sementara PPP mendukung kubu Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Meskipun demikian, hasil dukungan ini tidak cukup untuk membawa PPP melampaui ambang batas parlemen pada pemilu kali ini.

BACA JUGA :  Hari Ini KPU Way Kanan Tetapkan DPT untuk Pemilu Tahun 2024