WARTAMU.ID, Banyuwangi – Pada tanggal 8 Mei 2024, Eco Bhinneka Regional Banyuwangi sekali lagi menggelar acara “Besuk Sungai” di Kali Baru, Siliragung, dengan kehadiran berbagai komunitas yang peduli lingkungan. Ajang ini tidak hanya diikuti oleh Orspala (Organisasi Pecinta Lingkungan) dari SMK Muhammadiyah 8 Siliragung dan Among (Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan), tetapi juga menarik perhatian dari konsorsium F2A (Faith to Action Network) yang berasal dari Nairobi, Kenya.
Dalam kegiatan yang dipandu oleh Zahro, Fasilitator Daerah Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Banyuwangi, para peserta berkumpul di tengah sungai yang telah surut membentuk lingkaran. Zahro memberikan arahan mengenai pentingnya kegiatan “Besuk Sungai”, menyampaikan keprihatinan atas peningkatan jumlah sampah plastik yang terlihat semakin banyak di sepanjang sungai.
Di antara peserta yang aktif terlibat adalah Erick Oloo Otieno dari tim F2A Kenya. Erick dengan antusias belajar lebih banyak tentang aktivitas yang dilakukan oleh Eco Bhinneka. Bersama peserta lainnya, mereka membersihkan sampah plastik yang terdapat di sungai, dan kemudian menjadikannya eco brick, bahan bangunan alternatif yang terbuat dari sampah plastik.
Erick awalnya merasa bingung dengan konsep eco brick, bertanya-tanya mengapa sampah plastik harus digunting kecil dan dimasukkan ke dalam botol. Namun, setelah memahami potensi bahan bangunan yang dapat dihasilkan dari eco brick, ia terinspirasi untuk membawa konsep ini kembali ke negaranya. “Ini adalah pengetahuan baru bagi mereka dan akan mencoba membuat eco brick ketika kembali ke negaranya,” ungkap Erick dengan semangat.
Acara “Besuk Sungai” kali ini tidak hanya menjadi wadah untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi platform untuk berbagi pengetahuan dan menginspirasi tindakan positif dalam upaya perlindungan lingkungan. Dengan kolaborasi lintas negara, semangat untuk menciptakan perubahan positif dalam pengelolaan sampah plastik semakin terangkat.












