WARTAMU.ID, Jakarta – Eco Bhinneka Muhammadiyah hari ini menggelar Workshop Perdana Program Konservasi Air untuk Masjid dengan mengusung tema “Semangat Kelestarian Lingkungan dan Pengelolaan Masjid pada Generasi Baru”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, dan dihadiri oleh para pelaksana program yang akan bertugas langsung di berbagai daerah.
“Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep Konservasi Air untuk Masjid serta menyusun rencana aksi untuk implementasi kegiatan di masjid-masjid terpilih,” ujar Ahsan Hamidi, Koordinator Program Konservasi Air Eco Bhinneka Muhammadiyah.
Ahsan, yang juga merupakan anggota pimpinan di Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid PP Muhammadiyah, menjelaskan bahwa program ini mencakup berbagai aspek penting pengelolaan lingkungan. “Kami akan fokus pada pengelolaan air wudhu, pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan sekitar masjid, serta pemanfaatan energi secara efisien dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ahsan menegaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang agar melibatkan pengurus masjid dan jamaah secara aktif. “Ini adalah bentuk manajemen lingkungan yang partisipatif dan berkelanjutan,” katanya.
Konservasi Air: Amanah dan Amal Jariyah
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Saad Ibrahim, turut hadir dan memberikan sambutan dalam pembukaan workshop. Ia menekankan bahwa air adalah sumber daya vital yang semakin terbatas akibat kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan eksploitasi berlebihan. “Islam mengajarkan untuk tidak mubadzir, termasuk dalam menggunakan air. Kita harus menjaga kelestariannya sebagai amanah dari Allah,” ujarnya.
Saad mengutip QS Az-Zumar ayat 21 yang mengingatkan umat manusia untuk memperhatikan bagaimana hujan diturunkan dari langit dan menyuburkan bumi. Ia juga menyampaikan hadist Rasulullah SAW tentang menanam pohon sebagai bentuk amal jariyah, menunjukkan bahwa konservasi lingkungan adalah bagian dari ibadah.
“Penanaman pohon sangat penting, karena selain berfungsi menyimpan air tanah, pohon juga mengatur siklus air dan menjaga ketersediaan air bersih,” tambahnya.
Edukasi dan Aksi Lapangan
Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, menjelaskan bahwa tujuan program ini tidak hanya terbatas pada konservasi air semata. “Kami juga ingin mendorong perubahan perilaku jamaah dalam mengelola air secara bijak,” terangnya.
Menurut Hening, tahapan kegiatan dimulai dari survei awal di lapangan, peningkatan pengetahuan melalui sosialisasi, pengembangan dakwah berbasis kajian akademik, hingga dukungan sarana dan prasarana yang menunjang.
Dalam workshop ini, para peserta dibekali dengan pemahaman menyeluruh mengenai strategi implementasi program, menyusun rencana aksi dan timeline, serta membagi peran dan tanggung jawab masing-masing tim di lapangan.
Lokasi Percontohan dan SDGs
Program Konservasi Air untuk Masjid ini akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai di lima provinsi sebagai lokasi percontohan, yaitu: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan nomor 6, yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak. Melalui program ini, Eco Bhinneka Muhammadiyah berharap dapat menciptakan masjid-masjid ramah lingkungan yang menjadi pusat edukasi dan aksi nyata pelestarian lingkungan berbasis komunitas.










