“Pastikan Pemanfaatan Optimal Bantuan Buku, Dinas Perpustakaan dan Arsip Mesuji Bersama Relawan Literasi Gelar Monev dan Penguatan Literasi”

WARTAMU.ID.Mesuji.Upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) terus diperkuat oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mesuji. Bersama Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kabupaten Mesuji, Teguh Budi Prasetyo, menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi penerima bantuan buku bacaan bermutu, pembinaan perpustakaan, serta penguatan gerakan literasi masyarakat yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 01 Mesuji Timur.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan bantuan 1.000 buku bacaan bermutu yang telah disalurkan kepada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Perpustakaan Desa (Perpusdes) dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membangun budaya baca masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mesuji, Rois Mandala, Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Unix Widiarti, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Livia Ayu, perwakilan Kecamatan Mesuji Timur Lili Khusmiyatin, perwakilan Kecamatan Rawajitu Utara Galang Rimbawan, serta peserta TBM dan Perpusdes dari empat kecamatan di Kabupaten Mesuji.

Mewakili Kepala Dinas, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mesuji menegaskan bahwa peningkatan IPLM dan TKM tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

“Perpustakaan desa dan TBM penerima bantuan 1.000 buku bacaan bermutu diharapkan segera mengaktifkan kembali perpustakaan yang ada, meningkatkan pelayanan, serta memperbanyak kegiatan pelibatan masyarakat. Kami mendukung penuh gerakan literasi ini,” ujar Rois Mandala dalam sambutannya.

Kegiatan pembinaan tersebut juga diisi dengan materi strategis mengenai pengadministrasian perpustakaan, pengembangan perpustakaan, dan penguatan IPLM, yang disampaikan oleh narasumber berkompeten, yakni Unix Widiarti, Livia Ayu, dan Meriansyah.

Menariknya, kegiatan diawali dengan penampilan Tari Jao-Jao, tarian khas Mesuji yang sarat nilai budaya lokal. Tari Jao-Jao ditampilkan sebagai bentuk penguatan literasi budaya sekaligus upaya menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Dalam sesi pemaparan, Teguh Budi Prasetyo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem literasi yang hidup, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan membaca anak sejak usia dini.

BACA JUGA :  Kuliah Umum UMMAD Bahas Peran Strategis Ilmu Komunikasi di Era Industri 5.0

“Mari kita hidupkan kembali budaya bercerita dan mendongeng kepada anak. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi cara membangun kedekatan emosional sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai,”ungkapnya.
Ia menambahkan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca buku, tetapi juga sebagai gerakan bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih kritis, kreatif, dan produktif.

Melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan pembinaan ini, keberadaan TBM dan Perpustakaan Desa diharapkan semakin aktif menjadi pusat belajar masyarakat, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Kabupaten Mesuji yang lebih maju dan berdaya saing.(PBT)