DAERAH  

Infrastruktur Terabaikan, Kapolres Sumenep Ambil Langkah Nyata

Foto Bersama AKBP Hardiyanto, S.I.K Kapolres Sumenep Bersama PJU Polres(Doc.Wartamu.id Sumenep)

Wartamu.id Sumenep — Di tengah keluhan warga atas infrastruktur yang kerap luput dari perhatian, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K. menunjukkan langkah nyata. Tak sekadar memberi instruksi, ia turun langsung memimpin perbaikan jembatan rusak di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas warga itu sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi tersebut tak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengganggu roda ekonomi, akses pendidikan, hingga aktivitas harian masyarakat.

Melihat kondisi itu, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K. bergerak cepat. Ia mengerahkan personel Polres bersama warga setempat untuk melakukan perbaikan secara gotong royong. Tak ada sekat antara aparat dan masyarakat—semua larut dalam kerja bersama demi kepentingan bersama.

Kehadiran langsung Kapolres di tengah warga bukan sekadar simbolis. Ia ikut bekerja, memberi semangat, sekaligus memastikan proses perbaikan berjalan efektif. Momen ini menjadi gambaran bahwa kehadiran Polri tak melulu soal penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai solusi atas persoalan riil masyarakat.

“Ini bukan hanya soal jembatan. Ini tentang bagaimana kami hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K. di sela kegiatan.

Langkah ini pun menuai apresiasi dari warga. Mereka merasa diperhatikan dan terbantu, terlebih karena jembatan tersebut merupakan akses vital yang selama ini sangat dibutuhkan Perbaikan jembatan ini diharapkan mampu memulihkan kembali aktivitas warga secara normal. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergi antara aparat dan masyarakat dalam membangun daerah, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

Foto Bersama Kapolres Sumenep Bersama Jajaran dan Kepala Desa dan Perwakilan Pemdes Babbalan (Doc.Wartamu.id Sumenep)

Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, aksi sederhana namun berdampak ini menjadi pengingat: kehadiran pemimpin di lapangan masih menjadi jawaban paling nyata bagi kebutuhan rakyat.

*****

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Penganiayaan Imam Wahyudi Naik ke Tahap Penyidikan