Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Wamenag RI Dorong Madrasah Muhammadiyah Jadi Rujukan Pendidikan Islam Nasional hingga Dunia

Wamenag RI Apresiasi Muhammadiyah, Dorong Madrasah Jadi Pusat Perubahan dan Peradaban

WARTAMU.ID, DEPOK Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafi’i, mendorong penguatan pendidikan Muhammadiyah sebagai bagian penting dari dakwah, pembentukan karakter, sekaligus pemberdayaan umat.

Menurutnya, Muhammadiyah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pendidikan dan telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Ribuan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah dinilai menjadi kekuatan strategis yang perlu terus dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

“Pendidikan Muhammadiyah sebagai jalan dakwah, pembentukan karakter, dan pemberdayaan umat,” ujar Romo Muhammad Syafi’i saat menyampaikan keynote speech pada Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuskamad) Region DKI Jakarta di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Bojongsari Baru, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada peningkatan kecerdasan peserta didik. Pendidikan juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keagamaan, membangun karakter, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kehidupan sosial.

Karena itu, menurutnya, penguatan pendidikan Muhammadiyah harus terus diarahkan pada pembentukan manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama.

Wamenag turut mengapresiasi karakter warga Muhammadiyah yang dinilainya memiliki integritas dan keteguhan dalam menjalankan amanah. Karakter tersebut, kata dia, menjadi modal penting bagi Muhammadiyah untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan gerakan pendidikan.

“Saya sangat terkesan dengan karakteristik orang-orang Muhammadiyah. Mereka dikenal sebagai orang-orang yang memiliki karakter yang kuat, jujur, teruji, dan amanah,” katanya.

BACA JUGA :  Sukses Gelar Vaksin, SMP Mu Randudongkal Siap PTM 100 Persen

Ia kemudian berpesan kepada para kepala madrasah Muhammadiyah agar tidak hanya menjaga warisan pendidikan yang telah dibangun para pendahulu, tetapi juga melakukan berbagai inovasi sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Sekolah dan madrasah tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk pribadi yang memiliki karakter dan akhlak mulia.

“Pendidikan tidak boleh hanya melahirkan orang-orang yang berilmu saja, tetapi harus melahirkan orang-orang yang berkarakter atau berakhlak,” tegasnya.

Wamenag menekankan bahwa pendidikan karakter tidak dapat berhenti pada penyampaian teori di ruang kelas. Nilai-nilai moral harus dibangun melalui pembiasaan, keteladanan para pendidik, serta budaya yang tumbuh dalam lingkungan sekolah dan madrasah.

Dengan demikian, madrasah diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi ruang pembentukan kepribadian peserta didik. Pendidikan perlu mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual, sosial, dan moral.

Lebih jauh, ia berharap madrasah dapat kembali memainkan peran strategis sebagai pusat perubahan dan peradaban. Pendidikan Islam harus mampu meningkatkan kualitas, memiliki daya saing, serta terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, Muhammadiyah memiliki modal yang kuat untuk mewujudkan hal tersebut. Selain mempunyai jaringan pendidikan yang luas, Muhammadiyah juga memiliki sistem organisasi dan manajemen yang dinilai mampu mendukung pengembangan pendidikan secara berkelanjutan.

“Saya percaya bahwa hal ini bisa dilakukan oleh Muhammadiyah karena Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat memiliki sistem yang rapi dan manajemen yang mapan,” ujarnya.

Romo Muhammad Syafi’i berharap kekuatan tersebut terus dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu madrasah Muhammadiyah, baik dari sisi tata kelola, kualitas pendidik, pembelajaran, maupun pembentukan karakter peserta didik.

Ia bahkan berharap madrasah Muhammadiyah tidak berhenti menjadi salah satu pilihan pendidikan bagi masyarakat, tetapi mampu berkembang menjadi rujukan pendidikan Islam yang unggul.

“Saya berharap madrasah Muhammadiyah menjadi rujukan madrasah di Indonesia, bahkan di dunia,” harapnya.

Dorongan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Muhammadiyah untuk terus memperkuat ekosistem pendidikannya. Dengan jaringan yang luas, pengalaman panjang, dan dukungan sumber daya manusia yang dimiliki, pendidikan Muhammadiyah diharapkan mampu terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, berintegritas, dan siap mengambil peran dalam kehidupan bangsa serta masyarakat global.