Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Atasi Titik Rawan Kecelakaan, KKN UMRI Kelompok 25 Pasang Blind Spot Mirror di Jalan Desa Kerinci Kanan

Kerinci Kanan, 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 25 Tahun 2026 menghadirkan solusi keselamatan berlalu lintas bagi masyarakat Desa Kerinci Kanan, khususnya di Dusun Harapan Baru, dengan memasang blind spot mirror atau kaca cembung di salah satu titik jalan yang memiliki tikungan tajam dan rawan terjadi kecelakaan.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

 

Jalan di Dusun Harapan Baru merupakan salah satu akses penting yang digunakan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Selain menjadi jalur mobilitas warga, jalan tersebut juga dimanfaatkan oleh masyarakat yang bekerja sebagai petani, buruh perkebunan kelapa sawit, hingga distributor hasil kelapa sawit. Akses ini juga ramai digunakan untuk keperluan bersekolah, berbelanja, maupun aktivitas sosial lainnya.

 

Namun, keberadaan tikungan tajam pada salah satu ruas jalan menyebabkan keterbatasan jarak pandang bagi pengendara. Kondisi tersebut menimbulkan titik buta (blind spot) yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan apabila kendaraan dari arah berlawanan tidak dapat terlihat dengan jelas.

 

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 25 menjadikan pemasangan blind spot mirror sebagai salah satu program kerja utama. Program ini bertujuan membantu pengendara memperoleh pandangan yang lebih luas ketika melintasi tikungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bersama masyarakat mempersiapkan berbagai alat dan bahan yang dibutuhkan, di antaranya cangkul, palu, kunci pas, bor, meteran, cermin cembung berukuran 60 sentimeter, tiang penyangga sepanjang 3 meter, baut dan mur, semen, pasir, plat penanda, serta cat semprot.

BACA JUGA :  Efisiensi dan Transparansi: Fokus Utama Kolaborasi Kemkomdigi dan Bapisus

 

Program tersebut dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama berupa persiapan alat dan bahan serta koordinasi dengan perangkat Desa Kerinci Kanan dan masyarakat setempat. Mahasiswa juga melakukan survei lokasi untuk menentukan titik pemasangan yang dinilai paling strategis sehingga keberadaan blind spot mirror dapat memberikan manfaat secara maksimal.

 

Selanjutnya, mahasiswa memasuki tahap pelaksanaan dengan memasang cermin cembung pada tiang penyangga, memasang papan penanda KKN UMRI Kelompok 25 Tahun 2026, kemudian mendirikan dan memperkuat tiang di lokasi yang telah ditentukan.

 

Adapun titik pemasangan blind spot mirror berada di jalan depan Warung Mbah Solihin (BS), Dusun Harapan Baru, Desa Kerinci Kanan.

 

Setelah pemasangan selesai, mahasiswa melakukan tahap evaluasi dan pengujian untuk memastikan tiang terpasang dengan kokoh serta cermin dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Mahasiswa juga meminta tanggapan dari perangkat desa dan masyarakat yang melintas terkait keberadaan fasilitas tersebut.

 

Kepala Dusun Harapan Baru mengapresiasi program yang dihadirkan mahasiswa KKN UMRI Kelompok 25. Menurutnya, meskipun konsep blind spot mirror tergolong sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar, keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi keselamatan masyarakat.

 

«“Alhamdulillah, terima kasih ya adik-adik KKN atas konsep dan partisipasi dalam membuat kaca cembung ini. Idenya memang sederhana dan tidak terlalu meraup banyak biaya, tetapi sangat bermanfaat untuk warga desa ini yang memang sering berlalu-lalang di jalan ini,” ujar Kepala Dusun Harapan Baru, Desa Kerinci Kanan.»

 

Apresiasi serupa juga disampaikan salah seorang warga yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut. Ia menilai keberadaan blind spot mirror membantu pengendara melihat kondisi dari arah berlawanan ketika melewati tikungan.

 

«“Saya jujur merasa terbantu dengan kehadiran palang cermin ini karena pandangan makin jelas dan saya merasa aman juga untuk selalu berlalu-lalang di jalan ini. Saya sering lewat sini untuk pulang atau sekadar berbelanja ke dusun lain. Insyaallah saya dan warga desa akan menjaga palang cermin ini agar manfaatnya bertahan lama,” ungkapnya.»

 

BACA JUGA :  Semi Open Turnamen Volley Ball Negeri Jaya Way Kanan Resmi Dibuka

Melalui program tersebut, KKN UMRI Kelompok 25 berharap blind spot mirror yang telah dipasang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat Desa Kerinci Kanan. Kehadiran fasilitas sederhana ini diharapkan mampu menjadi salah satu upaya preventif dalam mengurangi risiko kecelakaan akibat keterbatasan jarak pandang serta mendorong terciptanya lingkungan berlalu lintas yang lebih aman.

 

Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMRI dalam menghadirkan solusi sederhana, tepat guna, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan KKN Tahun 2026.

 

Sumber: KKN UMRI Tahun 2026 — “Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI)” (https://reference-url-citation.invalid/0)