Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.
DAERAH  

Silaturahmi ke PT WUS,DPD KPPI Sumenep Serukan Percepatan Transisi Energi Bersih

Foto Bersama Ketua DPD KPPI Sumenep, Anggota DPD KPPI Sumenep dengan Direktur PT.WUS Zainul ubbadi, M.Pd (Doc.Wartamu.id)

WARTAMU.ID Sumenep Ketergantungan terhadap minyak bumi dan gas (migas) dinilai tidak bisa terus dipertahankan sebagai penopang utama kebutuhan energi di Kabupaten Sumenep. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komunitas Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kabupaten Sumenep, Yusnaniya, M.Pd., menyerukan agar Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai mengambil langkah nyata dalam menyiapkan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Seruan tersebut disampaikan Yusnaniya saat melakukan silaturahmi ke PT Wira Usaha Sumekar (WUS). Menurutnya, Sumenep harus memiliki visi jangka panjang dalam menghadapi era pasca-energi fosil, mengingat cadangan minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Ia menjelaskan, salah satu wilayah penghasil migas di Kabupaten Sumenep, yakni Pagerungan, selama ini menjadi bagian penting dari sektor energi nasional. Namun, cadangan migas akan terus menurun seiring eksploitasi yang berlangsung, sehingga pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipatif sejak dini.

“Jangan menunggu cadangan minyak dan gas benar-benar habis baru mencari solusi. Transisi energi harus dimulai sekarang agar masyarakat Sumenep tetap memiliki jaminan ketahanan energi dan keberlanjutan pembangunan di masa depan,” tegas Yusnaniya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap transisi energi, DPD KPPI Sumenep mengusulkan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) secara bertahap di berbagai lokasi strategis di Kabupaten Sumenep. Pembangunan fasilitas tersebut, menurutnya, tidak boleh hanya terpusat di kawasan Taman Bunga, melainkan juga harus menjangkau pusat pemerintahan, kawasan perdagangan, pelabuhan, destinasi wisata, hingga titik-titik strategis di seluruh kecamatan agar masyarakat semakin mudah beralih ke kendaraan listrik.

BACA JUGA :  Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan, DPD KPPI Sumenep Bagikan Ikan Bakar untuk Warga

Selain itu, Yusnaniya mendorong Bupati Sumenep menjadi pelopor penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas. Langkah tersebut diharapkan diikuti secara bertahap oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung energi bersih, mengurangi konsumsi bahan bakar minyak, sekaligus menekan emisi karbon penyebab pemanasan global.

Menurutnya, dampak perubahan iklim sudah dirasakan nyata oleh masyarakat Sumenep. Cuaca yang semakin sulit diprediksi mengganggu aktivitas pertanian, terutama bagi petani tembakau yang sangat bergantung pada musim kemarau. Di sisi lain, nelayan juga menghadapi tantangan akibat perubahan pola angin, gelombang, dan kondisi laut yang semakin tidak menentu.

DPD KPPI Kabupaten Sumenep menilai, percepatan transisi energi tidak hanya menjadi langkah menjaga lingkungan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan energi daerah, penguatan ekonomi masyarakat, serta perlindungan terhadap generasi mendatang. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera menyusun peta jalan (road map) pengembangan kendaraan listrik beserta infrastruktur pendukungnya agar Sumenep siap menghadapi era energi bersih.