DAERAH  

Kader Pemuda Muhammadiyah Harus Mampu Memanajemen Konflik

Pemateri Manajemen Konflik Antoniyus (Anggota KPU Provinsi Lampung)

WARTAMU.ID, Metro (Lampung) – Dalam kehidupan kita sering kali menghadapi sebuah permasalahan atau konflik, baik bersifat individu maupun konflik dengan pihak lain. Oleh sebab itu, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Lampung membekali materi manajemen konflik pada peserta Baitul Arqom Madya yang diadakan di gedung Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Metro. Sabtu, 11/12/2021.

Menjadi pemateri manajemen konflik pada kegiatan tersebut adalah Antoniyus (Anggota KPU Provinsi Lampung) yang juga alumni dari pengurus Pemuda Muhammadiyah. Akibat dari sebuah konflik itu sendiri ada yang positif ada juga yang negatif sebagaimana dijelaskan Antoniyus dalam materinya.

“Efek dari pada konflik itu ada yang positif ada juga yang negatif. Konflik juga ada yang sifatnya antar individu maupun kelompok, yang jelas dengan manajemen konflik, maka kader pemuda Muhammadiyah harus mampu menyelesaikan konfliknya”. Jelas Antoniyus.

Kader Pemuda Muhammadiyah Harus Mampu Memanajemen Konflik

Konflik itu sendiri dalam sebuah organisasi akan selalu ada, sebab timbul dari sebuah intensnya interaksi antar anggota dan inilah ujian leadership bagi seorang pemimpin. Karena nelayan yang tangguh bukan terlahir dari ombak laut yang tenang. Tambah Antoniyus.

File materi dari manajemen konflik ini juga dibagikan kepada semua peserta agar dapat dipelajari kembali dan dapat dipraktekan saat menemui permasalahan didaerahnya masing-masing.

Berbagai pertanyaan pun diakukan oleh banyak peserta mengingat setiap daerah/Kabupaten/Kota memiliki konfliknya masing-masing diantara dari salah seorang peserta dari PDPM Way Kanan (Sigit Dwi Suwardi) yang menanyakan bahwa terkadang konflik timbul bukan karena perbedaan tapi karena adanya kesamaan seperti dua orang perempuan yang berebut satu orang lelaki yang sama-sama mereka cintai. Oleh sebab itu setiap konflik harus diidentifikasi, dimaping, lalu coba dimediasi kalau tidak selesai dicoba dengan cara penyelesaian konflik lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *