MDMC Dilantik Jadi Sekber Implementasi Program SPAB

MDMC Dilantik Jadi Sekber Implementasi Program SPAB

WARTAMU.ID, Yogyakarta  – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dilantik menjadi bagian Sekretariat Bersama (Sekber) implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di DIY tahun 2023-2026 di Gedung Kepatihan Yogyakarta pada Jumat, 21 Juli 2023. Dilanjutkan dengan penandatangan komitmen kesepakatan dan kesepahaman bersama implementasi program SPAB DIY dengan para pihak dari komponen Pemerintah, Sekretaris Daerah DIY, Dikpora DIY, MDMC, Forum PRB, Non-Government Organization (NGO) dan Pusat Studi Kebencanaan UAD. Giat tersebut juga diikuti oleh kurang lebih 80 peserta dari berbagai instansi pendukung Program SPAB. (21/7)

Indrayanto, Ketua MDMC PWM DIY yang juga Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah, hadir dalam kegiatan tersebut untuk menandatangani komitmen bersama implementasi program SPAB di DIY. Ia menjelaskan bahwa komitmen bersama ini merupakan tindaklanjut dari perencanaan program SPAB yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama dengan PLAN Indonesia, pemerintah dan beberapa NGO terlibat. “Kita terlibat didalamnya membangun kesepakatan dan kesepahaman dengan stakeholder yang kaitannya adalah komitmen dalam mendukung upaya SPAB di DIY. SPAB ini menjadi bagian sangat penting di dalam proses upaya penanganan bencana dalam pendidikan” jelasnya.

MDMC Dilantik Jadi Sekber Implementasi Program SPAB

Adapun Program SPAB DIY ini telah diawali dengan penyusunan rangka kerja bersama atau roadmap daerah yang salah satunya memuat langkah-langkah pelaksanaan pra bencana, bencana hingga pasca bencana. PLAN Indonesia telah mendorong adanya kebijakan SPAB dalam bentuk peraturan gubernur yang salahsatunya mengkoodinir dan menindaklanjuti Sekber SPAB di DIY. Maka terlibatlah MDMC karena Muhammadiyah memiliki institusi pendidikan yang menjadi bagian dari penguatan SPAB “Kita berbagi peran dalam upaya SPAB untuk kepentingan dimana nanti keselamatan anak-anak didalam proses SPAB dapat diukur” lanjut Indrayanto.

Selain itu implementasi dari program SPAB ini adalah pembentukan fasilitator terlatih melalui Training of Trainers (ToT) dan Training of Facilitators (ToF). MDMC mendukung penuh program tersebut dengan mengirimkan peserta fasilitator yang akan mereplikasi kegiatan SPAB di sekolah Muhammadiyah di daerah dan wilayahnya masing-masing “Tentunya kita akan memperbanyak fasilitator dengan ToF pada bulan Agustus, itu akan melibatkan MDMC di daerah setelah itu fasilitator akan mereplikasikan di daerah dan wilayah. Ada pembagian kerjanya di wilayah di sekolah tingkat SMA, di daerah di SMP, sedangkan PAUD dan TK kita akan menggandeng LLHPB (red: ‘Aisyiyah)” ujarnya lagi.

Indrayanto juga menyampaikan bahwa minimal dari ToF yang telah dilaksanakan nanti, MDMC mampu membuat pilot project sehingga 2024 nanti sudah bisa melibatkan guru-guru untuk diedukasi dalam menyusun dokumen SPAB sekaligus SOPnya dan mendorong pelaksanaan gladi simulasi bencana mulai Agustus ini.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *