RAGAM  

Muhammad Al-Ghazali Ungkap Sembilan Nasihat Pokok Ja’far ash-Shadiq

Ilustrasi Sembilan Nasihat Pokok Ja'far ash-Shadiq (Pixabay)

WARTAMU.ID, Warta Edu – Dalam kitabnya yang bejudul Rakaiz al- iman baina al-Aqal wa al-Qulub, Muhammad al-Ghazali mengungkapkan sembilan nasihat pokok yang diberikan Ja’far ash-Shadiq kepada Unwan yang mendesak untuk dinasihati. Dikutip dari Republika.co.id

“Aku menasihatimu dengan sembilan hal. Tiga menyangkut latihan kejiwaan, tiga menyangkut kelapangan dada, dan tiga lainnya menyangkut pengetahuan,” kata Ja’far dikutip dari buku “Menjemput Maut: Bekal Perjalanan Menuju Allah SWT” karya M Quraish Shihab terbitan Lentera Hati.

Quraish Shihab menuturkan nasihat Ja’far ash-Shadiq tersebut. Menurut dia, yang menyangkut latihan kejiwaan adalah jangan sekali-kali memakan sesuatu yang  hatimu tidak menginginkannya, karena itu lah yang dapat menimbulkan kekeras kepalaan, jangan juga makan jika engkau tidak lapar, dan bila engkau makan ucapankanlah Bismillah dan ingatlah hadits Rasulullah SAW yang menyatakan,

“Tidak ada suatu wadah yang dipenuhkan manusia yang lebih buruk dari petutnya. Kalaupun ia harus memenuhkannya, maka hendaklah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga sisanya untuk pernafasannya.”

Tidak dapat disangkal bahwa untuk hidup  perlu makan, tetapi bukan untuk makan kita hidup. Agama tidak membenarkan kita mengurangi kadar kebutuhannya dari makanan yang bergizi, karena itu dapat menghambat fungsi biologis dan kewajiban ibadah kepada-Nya, tetapi itu tidak berarti berlebih-lebihan dalam kadar dan ragam makanan.

Sedangkan nasihat yang menyangkut kelapangan dada, yang pertama adalah: Siapa yang berkata kepadamu, “Jika engkau mengucapkan satu kata (buruk), kamu akan mendengar dariku sepuluh,” maka katakanlah kepadanya: “Bila engkau mengucapkan sepuluh kata, maka engkau tidak akan mendengar dariku walau satu kata.”

Yang kedua adalah siapa yang memakimu maka katakanlah kepadanya, “Jika makianmu benar, maka aku bermohon semoga Allah mengampunimu.” Sedangkan yang ketiga adalah: “Siapa yang mengancammu dengan kebinasaan, maka jawablah ancamannya dengan nasihat dan doa.”

Adapun nasihat yang menyangkut ilmu, maka nasihat Ja’far ash-Shadiq adalah: “Tuntutlah ilmu dengan tujuan dengan mengamalkannya; bertanyalah kepada yang tahu apa yang engkau tidak tahu, tetapi jangan bertanya untuk memuji; dan menghindarlah dari berfatwa sebagaimana menghindar dari singa. Apakah engkau ingin batang lehermu menjadi jembatan yang dilalui orang menuju ke neraka?”

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *