RAGAM  

Pembuatan Film Promosi Dirjen Dari KPP, Mahasiswa PMM UMM: Upaya meningkatkan kesadaran warga Desa Duwet Kediri

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa  kepada masyarakat yang bekerjasama dengan desa setempat sebagai lokasi PMM

WARTAMU.ID, Malang – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah program pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa aktif  Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa  kepada masyarakat yang bekerjasama dengan desa setempat sebagai lokasi PMM. Melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan, diharapkan dapat membawa  dampak positif untuk warga sekitar dan pelajaran serta pengalaman baru untuk mahasiswa anggota PMM.

Program pengabdian ini diadakan selama satu bulan saat libur semester ganjil, mulai dari tanggal 19 Januari – 17 Februari 2024 oleh kelompok 93 gelombang 6. Anggota kelompok ini terdiri dari Fajar Nurmansyah, Asri Syiar Mentari, Usvita Pramisuary, Rizka Nur Azizah, dan Muhammad Ali Hogge Khairuddin, yang kelimanya berasal dari program studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang dan dibimbing oleh Ahmad Sulaiman S.Psi, M.Ed, sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL).

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa  kepada masyarakat yang bekerjasama dengan desa setempat sebagai lokasi PMM

Salah satu program dari rangkaian kegiatan PMM oleh Kelompok 93 gelombang 6 ini adalah diadakannya pembuatan film perpajakkan Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Desa Duwet Gogik Hananta  pembayaran pajak merupakan salah satu permasalahan yang ada di Desa Duwet dan sedang coba diatasi dengan menggandeng tenaga setempat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Atas dasar permasalahan itulah Kelompok 93 Gelombang 6 PMM mengadakan program pembuatan film promosi dirjen di Desa Duwet, Wates, Kediri pada  hari Kamis (08/02/2024), dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman warga sekitar tentang cara membayar pajak yang benar dan juga proses penyebaran slip pajak.

Dalam  pembuatan film, aktor memberikan saran untuk mengganti beberapa kata-kata beberapa karakter menjadi Bahasa jawa agar terlihat lebih sesuai dengan interaksi nyata, selain itu cameraman juga memberi saran posisi aktor dan juga posisi kamera yang baik. Director mempertimbangkan beberapa hal tersebut dan menerima beberapa saran dari kru agar pembuatan film dapat dilaksanakan dengan lebih lancer.

Setelah melakukan diskusi selama beberapa jam kru perfilman melanjutkan ke tehap shooting yang dibagi menjadi beberapa take atau scene. Scene pertama adalah petugas pajak mengetuk pintu ketua RT, lalu scene kedua adalah percakapan antara petugas dengan ketua RT, scene ketiga adalah datangnya ketua RT membagi surat pajak kepada warganya.

BACA JUGA :  PD IWO Pesisir Barat Lantik Pengurus Baru, Bupati Dukung Percepatan Pembangunan Daerah