Pentingnya Profil Kampung, Dinas PMK Way Kanan Berikan Pembinaan Pada Sekertaris dan Operator Kampung

  • Bagikan
Fasilitasi Updating dan Profil Kampung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Kabupaten Way Kanan

WARTAMU.ID, Way Kanan (Lampung) – Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Banjit Way Kanan, telah berlangsung kegiatan Fasilitasi Updating dan Profil Kampung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Kabupaten Way Kanan kepada sekertaris dan operator kampung yang ada di 3 Kecamatan yaitu : Banjit, Kasui, dan Rebang Tangkas. Senin, 29/11/2021.

Kegitan pembinaan tersebut dimulai pukul 13:00 Wib sampai dengan 16:00 Wib. Kepala Dinas PMK Way Kanan melalui Sekertaris (Ketut Artike) menjelaskan bahwa setidaknya ada 3 sistem yang harus ada disetiap kampung.

” Ada 3 hak yang harus ada disetiap kampung, pertama profil kampung, kedua Apdesel (Aplikasi desa evaluasi), dan ketiga opsional pilihan”. Jelas Ketut Artike.

Fasilitasi Updating dan Profil Kampung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Kabupaten Way Kanan

Profil kampung adalah gambaran menyeluruh tentang karakter kampung yang meliputi Data Dasar Keluarga, Potensi SDA, SDM, Kelembagaan, Prasarana dan Sarana, serta Perkembangan Kemajuan & Permasalahan yang dihadapi. Hal tersebut sesuai dengan Permendagri Nomor 12 tahun 2007. Tambah Ketut Artike.

Kegiatan hari ini merupakan kegiatan ketiga setelah sebelumnya dilakukan kegiatan yang sama di beberapa Kecamatan seperti Umpu Semenguk, Negeei Agung, Blambangan Umpu, Baradatu, dan Gunung Labuhan.

Sementara itu, ditempat yang sama, Dedi Iskandar selaku Kabid Pembinaan Pemerintahan dan Pengembangan Kapasitas Aparat Kampung Dinas PMK Way Kanan mengharapkan agar kampung-kampung khususnya yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) pada tahun depan untuk mempercepat update data penduduknya.

“Dalam rangka persiapan menghadapi pesta Demokrasi ditingkat desa/Pilkakam, kami mengharapkan agar pemerintah kampung segera mengupdate data kependudukannya karena nantinya akan berafiliasi kepada jumlah pemilih. Oleh sebab itu aparatur kampung dilarang keras untuk gagap teknologi (gaptek), karena saat ini eranya digitalisasi”. Tutup Dedi Iskandar.

Laporan : SDS

 717 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *