WARTAMU.ID, YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tentang Kolaborasi Strategis Transformasi Digital Muhammadiyah. Penandatanganan berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (28/8/2026).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat reformasi organisasi sekaligus mempercepat digitalisasi di lingkungan Persyarikatan. Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto menyambut baik kolaborasi tersebut dan menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu prioritas Muhammadiyah.
“Ini termasuk satu prioritas program Muhammadiyah, yaitu reformasi organisasi dan digitalisasi sistem. Maka ini adalah ikhtiar kami untuk maju, salah satunya melalui digitalisasi,” ujar Agung.
Agung menjelaskan, PP Muhammadiyah berperan sebagai payung utama pelaksanaan kerja sama. Sementara implementasi teknis program akan dikoordinasikan oleh Majelis Pustaka dan Informatika (MPI) PP Muhammadiyah.
Ketua MPI PP Muhammadiyah Muchlas mengatakan kolaborasi dengan PT Telkom Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat transformasi digital di tingkat pusat, tetapi juga memperluas manfaatnya hingga wilayah dan akar rumput Muhammadiyah.
Dalam MoU tersebut terdapat delapan ruang lingkup utama kerja sama. Pertama, pemanfaatan digital connectivity, digital platform, dan digital service. Kedua, asesmen dan kolaborasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Ketiga, pengembangan digitalisasi Satu Data Muhammadiyah.
Keempat, kolaborasi dan dukungan terhadap berbagai kegiatan Muhammadiyah. Kelima, peningkatan kesadaran, kapasitas, serta implementasi cybersecurity di lingkungan Muhammadiyah.
Keenam, Muhammadiyah dan Telkom akan menyediakan akses terhadap layanan teknologi informasi dan komunikasi yang dikelola Telkom, meliputi layanan internet, cloud, layanan data, serta berbagai layanan lainnya dengan tarif dan skema khusus.
Ketujuh, kerja sama mencakup dukungan terhadap penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan akademik lainnya yang disepakati kedua pihak. Kedelapan, penyelenggaraan dan implementasi kerja sama dilakukan pada berbagai tingkatan, mulai dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), unit pelaksana program (UPP), hingga organisasi otonom Muhammadiyah.
Muchlas menegaskan bahwa pengembangan kerja sama akan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kesetaraan dan keseimbangan antara Muhammadiyah dan mitra.
“Tentu ini akan terus kami kembangkan bersama sebagaimana pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, bahwa kerja sama antara Muhammadiyah dan berbagai pihak tidak boleh tidak seimbang. Maka dari itu, pada prinsipnya, kita akan selalu menekankan keseimbangan dalam bekerja sama,” jelas Muchlas.
Sementara itu, Executive Vice President PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Rachmad Dwi Hartanto menegaskan kesiapan Telkom mendukung transformasi digital Muhammadiyah secara menyeluruh.
Telkom, kata Rachmad, siap mendampingi majelis, lembaga, hingga Amal Usaha Muhammadiyah mulai dari asesmen, penyusunan solusi teknologi, hingga pendampingan dalam tahap operasional.
“Kami berharap bisa lebih cepat diimplementasikan di seluruh wilayah Pimpinan Muhammadiyah dan kami siap untuk menjadi mitra transformasi digital jangka panjang bagi Persyarikatan Muhammadiyah,” pungkas Rachmad.
Kolaborasi PP Muhammadiyah dan Telkom tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem digital Muhammadiyah yang semakin terintegrasi. Penguatan infrastruktur, layanan teknologi, tata kelola data, dan keamanan digital diharapkan mampu meningkatkan efektivitas gerakan Muhammadiyah sekaligus memperluas manfaat transformasi digital hingga ke tingkat akar rumput.










