Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Zulkifli Hasan: Swasembada Pangan Adalah Kehormatan Bangsa, Program Dasar Harus Berkelanjutan

Zulkifli Hasan: Swasembada Pangan Adalah Kehormatan Bangsa, Program Dasar Harus Berkelanjutan

WARTAMU.ID, BANDUNG – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus diarahkan pada program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan memberikan manfaat secara langsung, terutama dalam pemenuhan pangan yang layak dan bergizi.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menjadi pembicara dalam Rakornas Dewan Perwakilan Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (DPM PTMA) I Tahun 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jumat (28/8/2026).

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Menurut Zulkifli, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat merupakan bagian penting dari pembangunan. Salah satunya melalui program makan bergizi gratis yang menyasar pelajar di berbagai daerah sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, mendukung tumbuh kembang, sekaligus menunjang aktivitas belajar.

Ia menilai semangat kepedulian tersebut memiliki keterkaitan dengan nilai sosial yang selama ini dikembangkan Muhammadiyah melalui teologi Al-Ma’un. Nilai tersebut, menurutnya, mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim, kaum duafa, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

“Program-program seperti ini harus terus kita perjuangkan dan pertahankan. Jangan sampai ketika kepemimpinan berganti, program-program yang mendasar bagi masyarakat ikut hilang,” kata Zulkifli.

Selain pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, Zulkifli menekankan pentingnya mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, kemampuan suatu bangsa memenuhi kebutuhan pangannya dari dalam negeri tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut kemandirian dan kehormatan bangsa.

“Swasembada itu kehormatan bangsa. Petani juga akan merasa dihargai. Jangan sampai kita harus membeli beras dari negara lain. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.

BACA JUGA :  Pertama di Lampung, Universitas Aisyah Pringsewu Buka Prodi Keperawatan Program Magister

Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto berharap Rakornas DPM PTMA tidak berhenti sebagai forum konsolidasi mahasiswa, tetapi mampu menjadi ruang untuk melahirkan gagasan dan mendorong mahasiswa mengambil peran sebagai agen perubahan.

Herry juga mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Koordinator Bidang Pangan, untuk terus memperkuat perhatian terhadap sektor pangan. Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda sehingga harus menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Persoalan pangan tidak bisa digantikan dengan apa pun. Berbeda dengan bidang lain yang mungkin masih bisa ditunda. Oleh karena itu, pemerintah dan perguruan tinggi perlu terus mendorong inovasi yang berkaitan dengan pangan,” ujar Herry.

Ia menambahkan, perhatian terhadap sektor pendidikan juga perlu terus dijaga, termasuk keberlangsungan pendidikan yang dikelola perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Dukungan pemerintah, termasuk melalui program beasiswa, dinilai penting untuk memperluas kesempatan generasi muda dalam mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi bagi bangsa.

Usai menyampaikan materi, Zulkifli Hasan berkeliling meninjau sejumlah fasilitas di UM Bandung. Ia juga mengajak para orang tua mempertimbangkan UM Bandung sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi anak-anak mereka.

Menurut Zulkifli, UM Bandung merupakan salah satu perguruan tinggi yang baik di Jawa Barat dan dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu serta mengejar cita-cita. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto yang dinilainya memiliki pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan.

Bersama Rektor UM Bandung dan Kaprodi Teknologi Pangan, Zulkifli kemudian meninjau Laboratorium Teknologi Pangan. Dalam kunjungan tersebut, ia mendapat penjelasan mengenai hanjeli serta berbagai produk yang berpotensi dikembangkan dari komoditas pangan lokal.

Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara kebijakan pangan, pendidikan tinggi, riset, dan inovasi. Pengembangan komoditas lokal melalui ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.