Viral di Medsos, Sumber Miring Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

  • Bagikan
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Gadingrejo

WARTAMU.ID, Pringsewu (Lampung) – Ributnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Gadingrejo hanya dasar sumber miring alias Sumir karena narasumber yang viral dimedsos sengaja bertujuan menghujat dan merusak nama baik suplayer, bahkan tendensiusnya berita beredar jika bantuan tersebut diterima oleh ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengeluh di Kecamatan Gadingrejo itu tidak ada alasan yang jelas, karena hanya di Pekon Wonosari saja yang timbul problem beras dan buah busuk, bahkan ditengarai ada kecurigaan pernyataan narasumber itu hanya bermuatan fitnah bahkan rumah nara sumber berita yang viral dalam video tersebut setelah ditemukan ada indikasi syarat mainan, bertujuan menjatuhkan nama baik CV.Raden Mas Chandikia, dengan tujuan sabotase dan penghinaan semata.

Beras Slyp Supr Putri Agri

Bahkan menurut data diketahui KPM di Pekon Wonosari dan Pekon Wonodadi tidak sampai ribuan jumlahnya, KPM keseluruhan yang melakukan pembelian di Kube E warung Sejahtera Pekon Wonosari dan Pekon Wonodadi sekitar 650 KPM,  dengan rician sejumlah 400 KPM Pekon Wonodadi dan sebanyak 250 KPM untuk Pekon Wonosari sendiri.

Dijelaskan oleh Ketua Kube E Warung Sejahtera Pekon Wonosari dan Pekon Wonodadi Kecamatan Gadingrejo, Sri Lestari mengatakan “kami bersama dengan RT dan Suplayer sudah mencari nara sumber yang bicara beras kualitas jelek, buah busuk dan jumlah telor yang dikatakan kurang, ternyata yang bersangkutan selain sebagai KPM namun juga merupakan saudara kandung dari salah satu suplayer BPNT diwilayah Kabupaten Pesawaran, sementara diketahui lingkungan sekitar jika rumah kediaman yang bersangkutan selama ini menjadi tempat penampungan beras oleh saudaranya yang juga suplayer tersebut,” kata Sri Lestari.

Selain itu juga Srilestari juga menjelaskan setelah mereka telusuri ternyata KPM yang menerima beras dan Complain itu hanya satu orang saja, namun saat berasnya mau ditukar oleh Suplayer pihak KPM tersebut menolak karena berasnya setelah dimasak kualitas bagus dan rasanya enak, bahkan lebih bagus dari beras-beras sebelumnya, hanya ada banyak beras yang patah saja, aku KPM tersebut.

Bahkan secara gamblang ketua E Warung ini menjelaskan dia melihat ada kejanggalan soal beras ketika ditemukanya beras yang dinyatakan tidak bagus melalui video tersebut tidak layak, ternyata posisi beras tidak dalam karung akan tetapi beras sudah berada dalam kantong plastik.

Demikian juga untuk masalah buahnya, ternyata buah yang busuk juga hanya satu biji buah saja, tidak ada yang complain KPM yang lain, soal buah busuk itu kami e-warung mengakui memang kesalahan kami, karena buah itu datang masih dalam dus besar karena memang permintaan kami e warung yang membagikan pada KPM, “namun karena saat itu KPM pada berdatangan sehingga terjadilah keselipan satu biji buah yang busuk ikut masuk dipaket juga, padahal kami sudah sutir buah busuk tidak masuk paketan, itu murni keselipan kami e warung,” terangnya.

Terpisah perwakilan dari Suplayer CV.Raden Mas Candhikia,  Novriyanto, menjelaskan dari pihaknya selaku suplayer siap bertanggung jawab jika kualitas beras yang lain tidak sesuai dengan kesepakatan kualitas barang, seperti persoalan beras sebelum dikirm pihak e-warung dan supplayer sudah meminta xample terlebih dahulu sebagai contoh beras premium yang akan dibagikan, dan suplayer meminta beras yang didatangkan sama kualitas dengan xample awal, jika terjadi beras tidak sesuai kualitas dengan xample awal maka suplayer dengan kesepakatan akan meminta pemasok atau pabrik siap mengganti semua beras yang bermasalah tersebut.

Menyikapi persoalan pengiriman telor bulan ini memang beda dengan bulan kemarin, selain dari jumlah timbangan juga beda harga, karena telor yang dikirim bulan ini memang hanya berat 0,7kg saja, maka jumlah sekitaran 10butir isi, sementara bulan lalu mencapai 15butir karena lebih dari 1kg.

Sementara untuk bulan kemarin, telor harga posko Rp.19ribu, perkilo, semantara harga telor bulan ini sesuai harga posko Rp.24ribu, perkilo, jadi hal ini terjadi karena harga telor naik setiap hari, untuk selama empat hari ini saja sampai empat kali naik harga, ini biasa karena saat ini menjelang hari natal dan tahun baru, sementara harganya eceran dipasaran saat ini mencapai Rp.26Ribu perkilonya, dan suplayer distribusikan telor dengan harga Rp.25ribu perkilo masih bawah harga pasaran eceran.

Dia jelaskan juga untuk distribusi kacang ijo, memamg sebanyak 1/4kg saja, juga untuk buah Fier hanya sebanyak 0,7kg, setiap KPM, dan semua harga mengacu standar harga yang sesuai dengan harga standar Koperindag Kabupaten Pringsewu. ( Sahirun)

 935 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.