WARTAMU.ID, Lampung Timur – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Lampung Timur Mulai bergulir. Pada Sabtu, 17-07-2021 pukul 14.00-17.00, telah dilangsungkan Webinar bertajuk kecakapan literasi digital yang harus dimiliki oleh guru dan siswa.
Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. “Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.
Pada webinar yang menyasar target segmen penggunaan media sosial secara bijak dan sukses di hadiri oleh pelajar dan masyarakat luas peserta daring ini, hadir dan narasumber yang memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya yakni Dr. Meithiana Indrasari, S.T., M.M (Akademisi Unitomo, Ketua Umum ICMI Muda Jatim)
Rizki Hesananda, S.Kom., M.Kom (Lecture dan Programmer)
Agus Sugiharto, S. Pd,M.Si. (Kepala SMKN 1 Braja Selebah)
Dodi Setiawan, M. Pd (Kepala SMA Muhammadiyah 1 Purbolinggo)
Untuk Pegiat media social yang juga mengikuti dalam kegiatan tersebut @meganovelia (Mompreneur, owner kelas main @rumahmandar @mimema_kids @kanayo_lauk yang bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) Dan memberikan pengalaman nya “Keterampilan sangatlah diperlukan untuk membangun relasi yang luas. Jika relasi sudah terbentuk maka kita akan lebih leluasa untuk memasarkan dan mempromosikan produk kita, oleh sebab itu dengan adanya media sosial mempermudah kita untuk berjualan online. Selain keterampilan kita juga membutuhkan attitude dalam berinteraksi di dunia digital agar tidak terjadi adanya tindak kriminal yang membahayakan diri kita dan orang lain”.
Pada Sesi pertama, Dr. Meithiana Indrasari, S.T., M.M (Akademisi Unitomo, Ketua Umum ICMI Muda Jatim) menjelaskan bahwa “etika dalam ruang digital meliputi interaksi, komunikasi, kolaborasi dan partisipasi. Tentunya dengan adanya hal tersebut membuat kita semua harus lebih berhati-hati dalam bertindak di dunia digital. Oleh sebab itu kita harus memiliki 10 netiket dalam berinteraksi di dunia digital diantaranya ingatlah keberadaan orang lain, taat kepada standar perilaku online, berfikir dulu sebelum berkomentar, hormati waktu, gunakan bahasa yang sopan dan santun, bagilah ilmu yang bermanfaat, menjadi pembawa damai dalam diskusi yang sehat, hormati privasi orang lain, jangan menyalah gunakan kekuasaan dan maafkan jika orang lain membuat kesalahan”.
Giliran pembicara kedua, Rizki Hesananda, S.Kom., M.Kom (Lecture dan Programmer) mengatakan bahwa “dunia digital merupakan dunia kedua kita. Dunia digital berkaitan erat dengan media sosial, dengan media sosial menjadi pertimbangan dasar untuk mengambil keputusan kita di dunia nyata. Maka gunakanlah internet secara bijak dan sesuai etika tanpa membahayakan diri sendiri dan orang lain, maka pertimbangankanlah beberapa hal sebagai berikut seperti gunakan password yang sulit ditebak, think before share, think before click, serta aktifkan fitur keamanan untuk remaja dan anak dibawah umur, sebagai tameng untuk mengantisipasi adanya kesalahan dalam memilih konten”.
Tampil sebagai pembicara ketiga, Agus Sugiharto, S. Pd,M.Si. (Kepala SMKN 1 Braja Selebah) mengatakan bahwa “Perubahan besar yang bisa kita lakukan hanyalah dengan meningkatkan kemampuan, kemampuan yang mendorong kita untuk melakukan perubahan besar. Kemampuan tersebut dapat kita asah dan kita tingkatkan. Dan kemampuan yang harus kita miliki sebagai seorang siswa di era digital ialah Excel and word knowledge, coding, web development, projects management, app development, sosial media, digital marketing, and Iot. Dengan kemampuan tersebut kita dapat meramu sukses melalui keterampilan digital”.
Pembicara keempat, Dodi Setiawan, M. Pd (Kepala SMA Muhammadiyah 1 Purbolinggo) beliau menegaskan bahwa “literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, menciptakan, dan mengkomunikasikan informasi yang membutuhkan keterampilan kognitif dan teknis, hal tersebut dapat dilakukan oleh pendidik ataupun peserta didik. Dan sebagai tenaga pendidik haruslah mempunyai rasa profesional dan tanggung jawab untuk mendidik muridnya. Tenaga pendidik yang baik harusnya memperhatikan hal-hal berikut sebagai acuan dalam membantu proses belajar mengajar melalui critical thinking, problem solving, skill communication, creativity, inovation, and collaboration”.
@meganovelia (Mompreneur, owner kelas main @rumahmandar @mimema_kids @kanayo_lauk) mengatkan bahwa “setiap individu saat ini baik peserta didik ataupun pendidik harus melek digital. Mulailah dengan menggunakan media yang kreatif, dan berikan lah materi sesuai dengan usia anak-anak. Sebagai pengguna digital harus selalu menjaga informasi pribadi. Jadilah insan yang bertanggung jawab dan upgrade ilmu untuk mengikuti perkembangan ilmu saat ini. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, termasuk juga kecakapan dalam dunia digital”.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya kepada para narasumber. Siti Nurjanah bertanya sebagai tenaga pendidik bagaimana cara memprediksi sumber informasi yang valid yang bisa murid gunakan dan tidak? Pendekatan apa yang dilakukan semua pihak untuk efektifnya literasi digital dan dijawab oleh Rizki Hesananda, S.Kom M.Kom beliau menegaskan bahwa “sumber utama yang bisa kita jadikan sebagai referensi adalah buku, jika buku sudah maka kita bisa menggunakan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan apa yang akan kita kaji tentunya, kemudian kita bisa menggunakan media masa sebagai alat untuk memperlengkap dan memperkuat materi apa yang kita cari. Demikian pula oleh semua pihak wajib untuk menggunakan dan menyebar luaskan informasi yang jelas dan berdasarkan fakta bukannya berita hoax yang disebarkan”.
Webinar ini merupakan satu dari rangkaian kegiatan ke 11 kali webinar yang diselenggarakan di kabupaten Lampung Timur Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.(wagiman)












