2.122 Pelajar Ramaikan MONACO 2025 di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta

MONACO 2025: Ajang Prestasi dan Silaturahmi Pelajar Indonesia

WARTAMU.ID, YOGYAKARTA – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta resmi membuka Moehi National Competition (MONACO) ke-10 tahun 2025 di Grha As-Sakinah pada Kamis (28/8) pukul 07.15 WIB. Kegiatan akbar tingkat nasional ini diikuti oleh 2.122 pelajar SMP/SMA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia, dan secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar Republik Indonesia, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D.

Dengan mengusung tema “Forge Your Legacy, Seize the Glory – Monaco Await Your Victory!”, MONACO 2025 mengajak generasi muda untuk menorehkan prestasi sekaligus membangun warisan gemilang. Ajang ini mempertandingkan 21 cabang lomba akademik maupun non-akademik, di antaranya Olimpiade IPA, IPS, Matematika, Debat Bahasa Indonesia, Mobile Legends, Band Competition, Cipta Puisi, Fotografi, Tapak Suci Fighting, Lomba Lintas Alam, Basketball, Da’i Muda, MHQ, MTQ, CCAI, Story Telling, Speech Contest, Poster Digital, Essay, Solo Vocal, hingga Free Fire. Para peserta akan memperebutkan piala bergengsi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menegaskan bahwa MONACO menjadi wujud nyata kontribusi sekolah dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul menghadapi bonus demografi. “SMA Muhi telah menanamkan budaya berkompetisi dan berprestasi. Tahun ajaran 2024/2025, siswa kami meraih 736 prestasi tingkat daerah hingga internasional. Untuk menjaring siswa baru yang berkualitas, SMA Muhi menyiapkan beasiswa senilai Rp650 juta. Pendaftaran SPMB 2026/2027 juga sudah dibuka melalui https://ppdb.smumuhi-yog.sch.id/,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Maryono, S.Pd., M.Pd., Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta, menyampaikan bahwa pemerintah mendukung penuh kegiatan MONACO karena sejalan dengan program generasi emas 2045. “Melalui MONACO, generasi muda berlatih menjadi manusia unggul: cerdas, berkarakter kuat, sehat, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY, H. Gita Danu Pranata, SE., MM., menambahkan bahwa pelajar di era 4.0 harus memiliki tiga keterampilan utama, yaitu pendidikan karakter, literasi, dan kompetensi. “Insya Allah dengan mengikuti MONACO 2025 secara sungguh-sungguh, para pelajar akan memperoleh tiga keterampilan itu sekaligus. Monaco bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi dan ajang menunjukkan kemampuan terbaik,” tegasnya.

BACA JUGA :  Akbar Apriansyah, Pemuda Anak Tukang Parkir yang Terpilih Sebagai Indonesia Youth Leader Program SSEAYP 2024

Dalam sambutannya, Gogot Suharwoto menekankan bahwa MONACO sejalan dengan program prioritas pendidikan karakter Kementerian Pendidikan. “Momentum MONACO 2025 harus menjadi pemicu semangat generasi muda untuk meraih prestasi maksimal. MONACO bukan sekadar ajang apresiasi, tetapi juga ruang berbagi inspirasi, memperkuat semangat kebangsaan, dan menumbuhkan optimisme masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya. Ia juga menyebut MONACO sebagai wujud eksistensi diri dan pengkaderan IPM SMA Muhi. “Semoga dengan semangat MONACO lahir generasi penerus bangsa yang unggul. Jadilah pelajar yang pintar dan benar agar bermanfaat untuk bangsa dan umat,” tambahnya.

Rangkaian perlombaan MONACO 2025 berlangsung selama tiga hari secara daring dan luring di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, dengan partai final dijadwalkan pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan band siswa, Tarian Ratoeh Pukat, musikalisasi puisi, serta berbagai pertunjukan seni lainnya. Acara ditutup doa bersama pada pukul 09.00 WIB sebelum para peserta menuju arena lomba masing-masing.

MONACO 2025 menjadi bukti semangat pelajar Indonesia untuk terus berkarya, berprestasi, dan berkontribusi demi masa depan bangsa yang gemilang.